Jaman Berubah: Trophy Wife? No! Bagaimana dengan Trophy Husband?
Jakarta, CNBCÂ Indonesia- Dalam budaya populer Amerika, pasangan kaya sering digambarkan dengan pola yang mudah dikenali: pria mapan, usia matang, berdampingan dengan perempuan muda yang glamor. istilah "trophy wife" menjadi simbol status sosial laki-laki kaya.
Fenomena itu pernah memiliki dasar empiris. Sebuah riset yang terbit pada 2013 menelaah daftar Forbes 400, kelompok orang terkaya di Amerika Serikat. Melansir dari riset tersebut, para peneliti menemukan bahwa pria dalam daftar itu rata-rata tujuh tahun lebih tua dibandingkan istri mereka.
Di populasi umum, selisih usia pasangan berada di kisaran dua hingga tiga tahun. Pada kelompok yang menikah kembali, selisihnya melonjak jauh lebih besar. Para pria itu menikahi perempuan dengan usia lebih muda hingga lebih dari 22 tahun.
Foto: EconomistRata-rata selisih usia pasangan menikah, berdasarkan tingkat pendapatan suami (dalam tahun) |
Â
Namun pola lama mulai memudar. Analisis The Economics yang berlandaskan data sensus dari University of Minnesota Population Center memperlihatkan perubahan struktur pasangan di Amerika Serikat.
Data beberapa tahun disaring untuk pasangan heteroseksual yang sudah menikah, kemudian dikelompokkan berdasarkan tingkat pendapatan suami, dari kelompok berpenghasilan rendah hingga 1% tertinggi.
Hasilnya menunjukkan pergeseran yang cukup tajam. Pada 1980, satu dari 12 pria dengan pendapatan di kelompok 1% teratas menikah dengan perempuan yang setidaknya sepuluh tahun lebih muda. Pada keseluruhan populasi, proporsinya hanya satu dari 17 pasangan. Pola tersebut lama dianggap sebagai ciri pasangan elite ekonomi.
Perbedaan itu hampir hilang. Pada 2024, kelompok berpendapatan tertinggi tidak lagi memiliki selisih usia lebih besar dibandingkan rata-rata populasi. Dalam struktur perkawinan modern, kekayaan tidak lagi berkorelasi kuat dengan pasangan yang jauh lebih muda.
Perubahan ini sering memunculkan spekulasi tentang tren kebalikannya: perempuan kaya yang memilih pasangan jauh lebih muda, yang populer disebut "trophy husband". Fenomena ini ternyata jauh lebih kecil dari narasi media. Hanya sekitar satu dari lima perempuan berpenghasilan tinggi yang memilih pasangan jauh lebih muda. Angka itu sama dengan perempuan berpenghasilan rendah.
Â
Foto: EconomistRata-rata selisih usia pasangan menikah, berdasarkan tingkat pendapatan istri (dalam tahun). |
Â
Bahkan dalam periode sebelumnya, perempuan di kelompok 10% pendapatan tertinggi cenderung menikah dengan pria yang sedikit lebih tua. Artinya, peningkatan pendapatan perempuan tidak otomatis menghasilkan pola pasangan dengan selisih usia besar.
Distribusi selisih usia justru lebih sering muncul di kelompok berpendapatan rendah. Sekitar 8% pria pada kelompok pendapatan terbawah menikah dengan perempuan yang setidaknya sepuluh tahun lebih muda. Di kelompok pendapatan menengah, proporsinya sekitar 5%.
Penjelasannya berkaitan dengan jalur pendidikan dan lingkungan sosial individu yang menempuh pendidikan lebih lama biasanya membangun relasi sosial dengan orang-orang seusia mereka. Masa kuliah, sekolah pascasarjana, hingga jaringan profesional mempersempit kemungkinan pertemuan dengan pasangan yang jauh berbeda usia.
Perubahan ini memberi sinyal pergeseran struktur sosial dalam perkawinan. Selisih usia yang besar semakin jarang muncul di kalangan elite ekonomi. Faktor pendidikan, lingkungan pergaulan, dan perubahan norma sosial kini lebih menentukan pola pasangan dibandingkan status kekayaan.
CNBCÂ Indonesia Research
(emb/emb) Addsource on Google
Foto: Economist
Foto: Economist