MARKET DATA

Dunia Bisa Hancur, Ini Daftar Rudal Terkuat di Dunia

Chandra Dwi Pranata,  CNBC Indonesia
08 March 2026 15:00
Uji coba sistem peluncur roket multi-laras kaliber besar, yang diarahkan oleh pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, diadakan di lokasi yang tidak diketahui, Korea Utara, 27 Januari 2026, dalam gambar yang dirilis oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara pada 28 Januari 2026. (KCNA via REUTERS)
Foto: Uji coba sistem peluncur roket multi-laras kaliber besar, yang diarahkan oleh pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, diadakan di lokasi yang tidak diketahui, Korea Utara, 27 Januari 2026, dalam gambar yang dirilis oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara pada 28 Januari 2026. (via REUTERS/KCNA)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah adanya serangan Amerika Serikat (AS) bersama Israel ke Iran pada Sabtu (28/2/2026) lalu. Bahkan, ketiga negara kembali memanas dan semakin meluas ke kawasan Teluk pada Sabtu kemarin.

Ledakan keras terdengar di beberapa kota utama kawasan, termasuk Dubai di Uni Emirat Arab (UEA), Doha di Qatar, serta Manama di Bahrain. Serangan juga dilaporkan terjadi di Arab Saudi dan Kuwait.

Memanasnya kembali Timur Tengah membuat masyarakat global semakin penasaran dengan sistem persenjataan militer di berbagai negara, utamanya negara-negara yang sedang berperan dalam konflik tersebut.

Salah satu sistem persenjataan yang cukup menarik dibahas yakni rudal balistik. Rudal sendiri merupakan akronim dari peluru kendali, merupakan senjata roket militer yang memiliki sistem pengendali otomatis untuk mencari target atau menyesuaikan arah.

Rudal dirancang untuk menghancurkan target dengan cara menerbangkan peledak, bahan kimia, atau hulu ledak nuklir ke sasaran.

Adapun rudal balistik sendiri merupakan sistem senjata strategis yang mengikuti lintasan balistik untuk mengirimkan muatan dari lokasi peluncurannya ke target yang ditentukan.

Pada awalnya, rudal balistik ditengarai oleh roket, tetapi kemudian mengikuti lintasan jatuh bebas tanpa tenaga menuju sasarannya.

Berdasarkan jarak jangkauannya, rudal balistik dapat diklasifikasikan ke dalam jarak menengah (intermediate-range ballistic missile/IRBM) dan rudal balistik antarbenua (intercontinental ballistic missile/ICBM).

Berikut rincian rudal balistik berdasarkan jarak jangkauannya

Rudal strategis modern berbasis darat hampir seluruhnya mempunyai jangkauan ICBM, sedangkan hampir semua rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam (submarine-launched ballistic missile/SLBM) mempunyai jangkauan menengah.

Setelah membahas jenis rudal balistik dari jarak jangkauannya, tentunya beberapa negara memiliki sistem rudal yang mumpuni, di mana dua negara adidaya yakni Amerika Serikat (AS) dan Rusia sudah pasti memiliki sistem persenjataan ini.

Lalu negara mana saja yang memiliki rudal balistik dengan jangkauan cukup jauh? Berikut ini daftarnya

Rusia Raja Rudal Jelajah Dunia

Rusia menjadi salah satu negara dengan sistem rudal jelajah terkuat di dunia, di mana rudal jelajah ini sempat diujicobakan pada Oktober 2025 lalu. Adapun rudal jelajah yang diuji coba yakni jenis 9M730 Burevestnik

Keberhasilan uji coba Burevestnik menegaskan ambisi Rusia untuk memperkuat posisi sebagai salah satu negara dengan teknologi persenjataan paling maju di dunia. Rudal jenis ini menjadi bagian dari perlombaan global dalam mengembangkan rudal jelajah berkecepatan tinggi, berdaya jangkau jauh, dan mampu menembus sistem pertahanan udara modern.

Rusia pun memiliki rudal jelajah lainnya yakni 3M22 Zircon yang mampu menempuh sekitar 1.000-1.500 km. Berikutnya ada 30M14 Kalibr yang mampu meluncur hingga 1.500-2.500 km. Ada lagi jenis Kh-101 & Kh-102. Hal ini membuat Rusia menjadi negara dengan 'Raja Rudal Jelajah' di dunia.

Tak hanya Rusia, sejumlah negara lain seperti AS, India, dan Prancis juga berlomba menciptakan rudal jelajah dengan kemampuan serupa yang menggabungkan kecepatan, presisi, serta daya hancur yang tinggi.

Berikut ini daftarnya

1. 9M730 Burevestnik - Rusia

Rudal ini merupakan salah satu proyek paling ambisius dalam sejarah persenjataan Rusia. Menggunakan reaktor nuklir mini sebagai sumber daya, Burevestnik mampu terbang ribuan kilometer tanpa mengisi bahan bakar, dengan kecepatan mencapai Mach 8-9.

Rusia mengeklaim rudal ini bisa membawa hulu ledak nuklir hingga 1 megaton, dan mampu mengitari bumi untuk menyerang dari arah yang tidak terduga.

Dalam uji coba pada Oktober 2025, rudal ini menempuh lebih dari 14.000 km dalam waktu 15 jam tanpa henti, menjadikannya simbol supremasi teknologi militer Rusia.

2. Tomahawk - Amerika Serikat

Rudal Tomahawk merupakan ikon kekuatan serangan presisi milik AS. Rudal subsonik jarak menengah ini diluncurkan dari kapal perang dan kapal selam Angkatan Laut AS, memberikan kemampuan serangan jarak jauh dan tepat sasaran.

Dalam varian terbarunya, Block IV TLAM-E, rudal jelajah ini memiliki jangkauan hingga 1.600 km dengan hulu ledak seberat 450 kg.

Keunggulannya adalah dapat mengubah target saat penerbangan dan bahkan melakukan "loitering" berputar di udara untuk menunggu konfirmasi target. Dengan kemampuan pengendalian real-time dan kecepatan tinggi, Tomahawk tetap menjadi tulang punggung kekuatan serangan strategis AS.

3. 3M22 Zircon - Rusia

Rudal Zircon atau Tsirkon merupakan rudal jelajah hipersonik pertama di dunia yang telah dioperasikan secara resmi oleh Rusia. Zircon dapat diluncurkan dari kapal permukaan maupun kapal selam, Zircon memiliki jangkauan 1.000-1.500 km dengan kecepatan mencapai Mach 9, atau sembilan kali kecepatan suara.

Rudal ini menggunakan bahan bakar scramjet dan dirancang untuk menembus sistem pertahanan canggih seperti Aegis milik AS.

4. BrahMos - India & Rusia

Rudal BrahMos (PJ-10) adalah hasil kerja sama antara India dan Rusia. Rudal ini berkecepatan Mach 2-2,8, menjadikannya salah satu rudal jelajah supersonik tercepat di dunia.

BrahMos memiliki jangkauan 300-500 km, tergantung varian dan platform peluncurannya. Bisa diluncurkan dari kapal perang, pesawat, kendaraan darat, hingga barge bawah laut.

Rudal ini ditenagai sistem ramjet ganda, mampu membawa hulu ledak antara 200-300 kg dan dilengkapi teknologi stealth untuk menghindari radar.

Kecepatannya yang tinggi membuat BrahMos sulit dicegat dan sangat mematikan terhadap target laut maupun darat.

5. 3M14 Kalibr - Rusia

Rudal Kalibr atau SS-N-30A merupakan tulang punggung rudal jelajah jarak jauh milik Angkatan Laut Rusia. Versi terbarunya, 3M14, memiliki jangkauan antara 1.500 hingga 2.500 km dan mampu membawa hulu ledak biasa maupun nuklir.

Kalibr dikenal luas setelah digunakan Rusia dalam operasi di Suriah dan Ukraina. Rudal ini diluncurkan dari kapal perang dan kapal selam, terbang rendah mengikuti kontur bumi agar sulit dideteksi radar, dan memiliki akurasi tinggi terhadap target strategis.

6. Kh-101 & Kh-102 - Rusia

Rudal Kh-101 dan Kh-102 adalah rudal jelajah udara-ke-darat yang diluncurkan dari pesawat pembom strategis Rusia seperti Tu-160 Blackjack dan Tu-95MS Bear-H. Varian Kh-101 membawa hulu ledak konvensional, sementara Kh-102 dipersenjatai nuklir hingga 250-450 kiloton.

Keduanya mampu terbang sejauh 2.800 hingga 4.500 km, dengan kecepatan sekitar Mach 0.8.

Rudal ini dirancang stealth dan dapat terbang di ketinggian sangat rendah (30-60 meter) untuk menghindari radar musuh.

Sistem pemanduannya mengandalkan kombinasi GLONASS, navigasi inersial, serta sensor TV dan inframerah, menghasilkan akurasi tinggi dengan circular error probable sekitar 10 meter.

7. Storm Shadow / SCALP-EG - Prancis & Inggris

Rudal Storm Shadow atau versi Prancis yang dikenal sebagai SCALP-EG merupakan salah satu rudal jelajah paling canggih buatan Eropa. Rudal ini dirancang untuk serangan jarak jauh dengan daya tembus tinggi terhadap target bunker dan fasilitas militer yang diperkuat.

Memiliki jangkauan hingga 550 km untuk versi udara, sementara versi kapal (SCALP Naval) mampu mencapai 1.000-1.400 km. Rudal ini membawa hulu ledak seberat 400-560 kg dan dapat diluncurkan dari pesawat tempur seperti Rafale dan Eurofighter.

Storm Shadow telah digunakan secara nyata dalam konflik di Timur Tengah dan Ukraina, terbukti efektif menghantam sasaran strategis dengan presisi tinggi.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(chd/luc) Add as a preferred
source on Google



Most Popular