MARKET DATA

Sejarah Islam Masuk ke Amerika, dari Budak Kini Lahirkan Wali Kota

Amalia Zahira,  CNBC Indonesia
04 March 2026 20:20
Wali Kota New York City, Zohran Mamdani, terlihat berbagi makan sahur bersama para pekerja layanan di tengah badai salju yang melanda kota tersebut pada Senin (23/2/2026). (Instagram/zohrankmamdani).
Foto: Wali Kota New York City, Zohran Mamdani, terlihat berbagi makan sahur bersama para pekerja layanan di tengah badai salju yang melanda kota tersebut pada Senin (23/2/2026). (Instagram/zohrankmamdani).

Jakarta, CNBC Indonesia - Islam kerap dipersepsikan sebagai "pendatang baru" dalam benua Amerika. Namun laporan berjudul "The First American Muslims" yang diterbitkan oleh The Pluralism Project di bawah naungan Harvard University justru menunjukkan fakta sebaliknya: Islam sudah hadir di Amerika sejak era kolonial, bahkan sebelum Amerika Serikat resmi berdiri.

Jauh sebelum gelombang imigran Muslim abad ke-20, ribuan Muslim Afrika telah lebih dulu menginjakkan kaki di benua tersebut sebagai korban perdagangan budak Atlantik.

Islam Datang Sebelum Amerika Modern Terbentuk

Sebagian sejarawan berpendapat Muslim mungkin sudah mencapai benua Amerika sebelum kedatangan Christopher Columbus, meski klaim ini masih diperdebatkan. Salah satu tokoh Muslim awal yang terdokumentasi adalah Estevanico of Azamor, penjelajah asal Maroko yang mendarat di Florida pada 1527.

Pada akhir abad ke-18, catatan sejarah juga menyebut keberadaan komunitas Moors (warga bebas dari kekuasaan Sultan Maroko) di South Carolina. Namun, kehadiran tersebut masih bersifat terbatas dan belum menjadi gelombang besar.

Gelombang signifikan justru datang melalui jalur yang paling kelam dalam sejarah Amerika, perdagangan budak.

Perdagangan Budak dan Muslim Afrika yang Dipaksa Diam

Dalam kurun tiga abad perdagangan budak Atlantik, sekitar 10 juta orang Afrika dibawa secara paksa ke Amerika. Sejumlah sejarawan memperkirakan 10% hingga 50% dari mereka adalah Muslim.

Banyak muslim Afrika yang berusaha mempertahankan keyakinan mereka meski mereka menghadapi sistem perbudakan yang kejam. Sistem ini meliputi pemisahan dari keluarga, penghapusan identitas, hingga larangan praktik keagamaan.

Catatan sejarah dan tradisi lisan menunjukkan sebagian dari mereka turut melaksanakan ibadah shalat lima waktu, berpuasa ramadan, membaca dan menghafal Al-Qur'an, serta memberi nama anak-anak mereka dengan nama islam.

Bilali dan Omar Ibn Said: Bukti Tertulis yang Tak Terbantahkan

Salah satu figur penting adalah Bilali (Bilali Mahomet atau Bul-Ali), seorang Muslim Afrika yang diperbudak di Sea Islands, Georgia. Ia dikenal multilingual dan disebut sebagai pejuang dalam War of 1812. Bilali hidup sebagai Muslim hingga wafat dan dikabarkan dimakamkan bersama sajadah dan Al-Qur'annya.

Figur lainnya adalah Omar Ibn Said. Ia menulis autobiografi dalam bahasa Arab pada 1831. Sebelum diperbudak, Omar adalah seorang terpelajar yang telah mempelajari Al-Qur'an selama 25 tahun dan bahkan pernah menunaikan ibadah haji. Kini, warisannya dikenang melalui Masjid Omar Ibn Sayyid di Fayetteville, North Carolina.

Dari Budak ke Diplomat: Muslim Kulit Putih Pertama

Abad ke-19 juga mencatat nama Muhammad Alexander Webb, salah satu warga kulit putih Amerika pertama yang memeluk Islam secara terbuka. Lahir di New York pada 1846, Webb awalnya beragama Kristen Presbyterian.

Saat menjabat sebagai Konsul AS di Filipina pada 1887, ia tertarik pada ajaran Islam dan akhirnya menjadi mualaf. Webb kemudian mendirikan American Islamic Propaganda Movement dan mewakili Islam dalam World's Parliament of Religions di Chicago pada 1893.

Kehadirannya menandai babak baru Islam di Amerika. Islam tidak lagi menjadi identitas yang dipertahankan secara diam-diam, tetapi mulai diperkenalkan secara terbuka ke ruang publik.

Puluhan Pejabat AS Banyak yang Islam
Peta politik AS mulai memasuki era baru pada dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah politisi Muslim berhasil memenangkan jabatan strategis di berbagai negara bagian.

Kemenangan Zohran Mamdani dalam pemilihan Wali Kota New York yang digelar pada Selasa (4/11/2025), mencatatkan rekor sejarah dalam dinamika politik Amerika Serikat. Pasalnya, Mamdani menjadi Muslim pertama yang terpilih sebagai Wali Kota New York.

Menyusul Mamdani, sejumlah pejabat Muslim di berbagai negara bagian juga berhasil memenangkan pemilu. Ghazala Hashmi, seorang politisi perempuan Muslim Partai Demokrat terpilih sebagai wakil gubernur Virginia setelah mengalahkan kandidat Partai Republik John Reid. Petahana Wali Kota Dearborn, Michigan, Abdullah Hammoud juga berhasil mempertahankan jabatannya setelah unggul telak dari lawannya, Nagi Almudhegi.

Dalam sejarah politik Negeri Paman Sam, tercatat beberapa nama politisi Muslim yang pernah menduduki jabatan strategis, mulai dari wali kota hingga anggota kongres. Berikut adalah deretan pejabat Muslim di Amerika Serikat.

(mae/mae) Add as a preferred
source on Google



Most Popular