Emas Masih Naik Tapi Badai Besar Siap Menggulung
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas dan perak cenderung stabil, tak banyak melakukan perubahan, dan kini tengah nyaman berada di area sideaway. Harga emas dan perak stabil karena pasar menunggu hasil pembicaraan nuklir antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.
Pada perdagangan Kamis (26/2/2026), harga emas dunia naik 0,31% di level US$5.186,86 per troy ons. Harga emas mengalami kenaikan tipis selama dua hari beruntun, dan kini tengah berada di area konsolidasinya.
Pada perdagangan hari ini Jumat (27/2/2026) hingga pukul 06.34 WIB, harga emas dunia di pasar spot melemah 0,09% di posisi US$5.182,02 per troy ons.
Harga emas sedikit berubah pada perdagangan Kamis karena investor tetap menunggu menjelang putaran ketiga pembicaraan nuklir tidak langsung AS-Iran di Jenewa, berharap mendapatkan sinyal apakah negosiasi tersebut dapat meredakan ketegangan geopolitik.
"Emas dan perak mencoba menembus level resistensi di US$5.200 dan US$90 per troy ons tetapi gagal mempertahankan kenaikan sejauh minggu ini, meningkatkan risiko penurunan jika kesepakatan geopolitik jangka pendek terwujud," menurut catatan Razan Hilal, analis pasar di FOREX.com.
"Amerika Serikat (AS) dan Iran dapat mencapai kerangka kesepakatan jika Washington memisahkan isu nuklir dan non-nuklir," ujar seorang pejabat senior Iran kepada Reuters, menambahkan bahwa kesenjangan yang tersisa perlu dipersempit selama putaran ketiga pembicaraan di Jenewa.
"Ada banyak minat tentang bagaimana putaran ketiga pembicaraan ini akan berlangsung. Tetapi terlepas dari itu, saya pikir ada cukup banyak ketidakpastian di luar sana saat ini," ujar Peter Grant, wakil presiden dan ahli strategi logam senior di Zaner Metals.
Emas yang tidak menghasilkan imbal hasil dipandang sebagai penyimpan nilai yang aman selama masa ketidakpastian geopolitik dan ekonomi.
Grant mengatakan dia masih memperkirakan pasar akan naik menuju US$5.340,72 per troy ons dan kemudian US$5.400 per troy ons, meskipun beberapa penurunan jangka pendek mungkin terjadi.
Tarif AS untuk beberapa negara akan naik menjadi 15% atau lebih tinggi dari 10% yang baru diberlakukan, menurut Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer pada hari Rabu, tanpa menyebutkan mitra dagang tertentu atau memberikan detail lebih lanjut.
Sementara itu, jumlah warga Amerika yang mengajukan permohonan baru untuk tunjangan pengangguran meningkat sedikit minggu lalu dan tingkat pengangguran tampaknya tetap stabil pada bulan Februari di tengah pasar tenaga kerja yang stabil.
Pasar terus memperkirakan dua pemotongan suku bunga tahun ini oleh The Federal Reserve (The Fed) AS.
Harga perak mengalami penurunan dan bertahan di area konsolidasinya.
Harga perak (XAG) di pasar spot pada penutupan perdagangan Kamis (26/2/2026), turun 1,19% di level US$88,35 per troy ons.
Sementara pada perdagangan hari ini Jumat (27/2/2026) hingga pukul 06.34 WIB, harga perak di pasar spot melemah 0,45% di level US$87,95 per troy ons.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(saw/saw) Add
source on Google Next Article Harga Emas Mengamuk, Perak Cetak Rekor: Ramalan Terbaru Bikin Ngeri