MARKET DATA

Anjlok! Kepercayaan Rakyat AS ke Pemerintah Jatuh dari 77% Tinggal 17%

Kanthi Malikhah,  CNBC Indonesia
25 February 2026 12:05
Bendera Amerika Serikat berkibar setengah tiang di US Capitol di Washington, DC, Kamis (8/9/2022) setelah meninggalnya Ratu Elizabeth II dari Inggris. (Photo by OLIVIER DOULIERY/AFP via Getty Images)
Foto: Bendera Amerika Serikat berkibar setengah tiang di US Capitol di Washington, DC, Kamis (8/9/2022) setelah meninggalnya Ratu Elizabeth II dari Inggris. (Photo by OLIVIER DOULIERY/AFP via Getty Images)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tingkat kepercayaan masyarakat Amerika Serikat terhadap pemerintah terus mengalami penurunan tajam dalam tujuh dekade terakhir.

Data terbaru per September 2025 menunjukkan hanya sekitar 17% warga AS yang masih percaya pemerintah akan melakukan hal yang benar, salah satu level terendah sepanjang sejarah survei modern.

Penurunan ini menjadi kontras jika dibandingkan periode awal 1960-an. Saat itu, lebih dari 70% masyarakat Amerika masih percaya pada pemerintah, bahkan sempat mencapai puncak sekitar 77% pada pertengahan dekade tersebut.

Dari Era Optimisme ke Skeptisisme Publik

Tren turunnya kepercayaan mulai terlihat sejak akhir 1960-an hingga 1970-an. Perang Vietnam, gejolak sosial, hingga skandal politik seperti Watergate menjadi faktor utama yang memicu skeptisisme publik terhadap pemerintah.

Meski sempat naik sesaat, misalnya setelah serangan 11 September 2001 ketika kepercayaan publik melonjak sekitar 60%, peningkatan tersebut tidak bertahan lama. Dalam beberapa tahun berikutnya, tingkat kepercayaan kembali menurun.

Sejak 2007, proporsi warga AS yang percaya pemerintah hampir tidak pernah melampaui 30%, menunjukkan fase panjang distrust terhadap institusi politik federal.

Polarisasi Politik Jadi Faktor Penting

Riset juga menunjukkan kepercayaan terhadap pemerintah cenderung lebih tinggi di kalangan pendukung partai yang sedang memegang kursi presiden. Sebaliknya, oposisi biasanya menunjukkan tingkat kepercayaan lebih rendah.

Kuatnya polarisasi politik di AS membentuk data ini. Persepsi terhadap pemerintah sering dipengaruhi preferensi politik, bukan semata kinerja institusi.

Tantangan Demokrasi Modern

Turunnya kepercayaan publik terhadap pemerintah tidak hanya berdampak pada politik domestik, tetapi juga pada stabilitas demokrasi, efektivitas kebijakan publik, hingga legitimasi institusi negara.

Sejumlah analis menilai tren ini mencerminkan kombinasi faktor seperti ketimpangan ekonomi, polarisasi politik, serta perubahan lanskap media yang membentuk opini publik secara cepat dan terfragmentasi.

Jika tren distrust berlanjut, pemerintah AS diperkirakan akan menghadapi tantangan lebih besar dalam membangun konsensus kebijakan di masa depan.

 

(mae/mae) Add as a preferred
source on Google



Most Popular