MARKET DATA

Bruk! Harga Emas Tiba-Tiba Ambruk Hampir 2% dalam 24 Jam, Ada Apa?

Susi Setiawati,  CNBC Indonesia
25 February 2026 06:47
emas
Foto: emas

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas dan perak kompak tersungkur usai kenaikan selama empat hari beruntun. Harga emas turun dari level tertinggi tiga minggu karena penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan aksi ambil untung.

Pada Selasa (24/2/2026), harga emas dunia anjlok 1,6% ke US$5.147,80 per troy ons. Kejatuhan harga emas ini telah mematahkan kenaikan harga emas yang terjadi selama empat hari beruntun pada sesi sebelumnya dengan penguatan 7,3%. Pelemahan ini juga menyeret harga emas ke level US$ 5.100.

Pada perdagangan hari ini Rabu (25/2/2026) hingga pukul 06.26 WIB, harga emas dunia di pasar spot melemah 0,33% di posisi US$5.130,59 per troy ons.

Harga emas turun pada hari Selasa, melemah dari level tertinggi tiga minggu karena aksi ambil untung dan penguatan dolar AS yang menekan harga emas, sementara para pelaku pasar tengah menunggu kejelasan tentang rencana tarif AS dan hasil pembicaraan antara Washington dan Teheran.

Pada perdagangan Rabu (25/2/2026), indeks dolar AS (DXY) menguat 0,18% di level 97,88. Penguatan terjadi usai pelemahan selama dua hari beruntun. Dolar AS yang naik, membuat emas batangan yang dihargai dolar AS lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

"Harga emas sudah cenderung naik lagi, jadi saya menduga ini hanya koreksi penurunan," menurut Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals, menambahkan bahwa dolar yang lebih tinggi juga memiliki pengaruh negatif pada harga, dikutip dari Reuters.

Harga emas mencapai level tertinggi dalam tiga minggu terakhir pada awal sesi perdagangan, setelah Presiden AS Donald Trump berjanji untuk menaikkan bea masuk menjadi 15% menyusul putusan Mahkamah Agung yang menyatakan bahwa penggunaan undang-undang darurat untuk memberlakukan tarif melampaui wewenangnya.

Namun, AS pada Selasa memberlakukan tarif 10% untuk semua barang yang tidak dikecualikan, seperti yang pertama kali diumumkan oleh Trump pada Jumat.

Sementara itu, Iran dan AS akan mengadakan putaran ketiga pembicaraan nuklir pada hari Kamis di Jenewa, di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang risiko konflik militer antara kedua negara yang telah lama bermusuhan tersebut.

"Anda masih memiliki permintaan aset safe-haven yang kuat, dengan ketegangan Iran-AS dan ketidakpastian tarif yang membatasi penjualan emas, menjaga fundamental tetap mendukung. Tetapi ketika harga mendekati rekor tertinggi, mereka akan menghadapi resistensi yang kuat, dan mendorong ke level tertinggi baru kemungkinan akan membutuhkan katalis geopolitik baru," ujar Wyckoff.

Emas, aset safe-haven tradisional, cenderung diuntungkan di saat ketidakpastian geopolitik dan ekonomi.

Secara terpisah, Presiden The Federal Reserve Atlanta yang akan segera mengakhiri masa jabatannya, Raphael Bostic, mengatakan kepada Reuters bahwa AS mungkin memasuki fase pengangguran struktural yang lebih tinggi karena perusahaan mengadopsi AI untuk mengurangi tenaga kerja, sebuah pergeseran yang mungkin tidak dapat diatasi oleh Fed dengan suku bunga yang lebih rendah.

Add as a preferred
source on Google

Harga perak ikut terperosok usai kenaikan selama empat hari beruntun.

Pada Selasa (24/2/2026), harga perak dunia turun 1% ke US$87,33 per troy ons. Kejatuhan harga emas ini telah mematahkan kenaikan harga perak yang terjadi selama empat hari beruntun.

Pada perdagangan hari ini Rabu (25/2/2026) hingga pukul 06.26 WIB, harga emas dunia di pasar spot melemah 0,52% di posisi US$86,88.


CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]



Most Popular
Features