MARKET DATA

Makin Turun! Utang Indonesia ke Amerika Menyusut Tajam

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia
19 February 2026 12:29
WASHINGTON, DC - MAY 12: Flags at the base of the Washington Monument fly at half staff as the United States nears the 1 millionth death attributed to COVID May 12, 2022 in Washington, DC. U.S. President ordered flags to fly at half-mast through next Monday and said the nation must stay resolved to fight the virus that has “forever changed” the country. (Photo by Win McNamee/Getty Images)
Foto: Bendera Amerika Serikat (Photo by Win McNamee/Getty Images)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto tengah melaksanakan kunjungan kerja. Salah satu agenda utamanya adalah penandatanganan kesepakatan tarif dagang resiprokal bersama Presiden AS Donald Trump.

Hubungan ekonomi Indonesia dan AS sudah berlangsung puluhan tahun. Hubungan tersebut salah satunya diwujudkan dalam bentuk bantuan pembiayaan, seperti utang.

Momen kunjungan ini berlangsung bersamaan dengan rilis terbaru Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI) edisi Februari 2026 dari Bank Indonesia (BI), yang memperlihatkan posisi utang luar negeri Indonesia hingga kuartal IV-2025.

Di tengah pembahasan akses pasar dan kerja sama ekonomi RI-AS, data utang luar negeri menjadi salah satu indikator yang ikut menunjukkan seberapa besar keterkaitan pembiayaan Indonesia dengan Amerika Serikat, khususnya melalui utang pemerintah.

Secara keseluruhan, BI mencatat posisi ULN Indonesia pada triwulan IV 2025 sebesar US$431,7 miliar, naik tipis dari triwulan III 2025 sebesar US$427,6 miliar. Kenaikan ini terutama ditopang oleh sektor publik.

Dari sisi pemerintah, posisi ULN pemerintah pada triwulan IV 2025 tercatat US$214,3 miliar, naik dari US$210,1 miliar pada triwulan III 2025. BI menyebut kenaikan tersebut dipengaruhi masuknya modal asing ke SBN internasional, seiring kepercayaan investor yang masih terjaga di tengah ketidakpastian global.

Jika melihat lebih spesifik, utang pemerintah yang berasal dari Amerika Serikat saat ini sedang dalam tren penurunan dalam jangka panjang.

Pada 2013 nilainya masih US$1,63 triliun, lalu turun secara perlahan hingga pada 2021, nilai utangnya hanya mencapai US$ 555 miliar.

Utang pemerintah yang berasal dari AS sempat kembali mengalami kenaikan pada 2022 menjadi US$ 916 miliar. Tetapi jumlah utangnya turun cukup tajam pada 2023 menjadi hanya US$260 miliar. Terbaru, pada 2025 utang pemerintah RI yang berasal dari Negeri Paman Sam tercatat sebesar US$350 miliar.

Bila dibandingkan dengan posisi utang pemerintah yang berasal dari AS pada 2013, nilai utang dari AS sudah turun sekitar 79%.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(evw/evw)



Most Popular