MARKET DATA

Pesta! Saham CPO Beterbangan Jelang Tanda Tangan Tarif Prabowo-Trump

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia
18 February 2026 09:58
Ilustrasi Kelapa Sawit (CNBC Indonesia/Rivi Satrianegara)
Foto: Ilustrasi Kelapa Sawit (CNBC Indonesia/Rivi Satrianegara)

Jakarta, CNBC Indonesia - Rencana penandatanganan kesepakatan dagang strategis antara Indonesia dan Amerika Serikat menjadi katalis positif bagi kinerja sektor agribisnis nasional pada perdagangan hari ini.

Sentimen ini didorong oleh agenda kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Amerika Serikat yang dijadwalkan pada 19 Februari 2026 untuk menyepakati Agreement on Reciprocal Trade (ART).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, yang telah bertolak lebih dulu ke Washington D.C., membawa agenda spesifik yang berdampak fundamental yaitu penghapusan atau pengecualian tarif resiprokal untuk komoditas unggulan ekspor, khususnya Kelapa Sawit (CPO) dan Kakao.

PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJ)Foto: PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJ)

Dampak pada Pergerakan Saham

Merespons kabar tersebut, mayoritas saham emiten perkebunan mencatatkan pergerakan variatif dengan kecenderungan menguat pada saham CPO ini. Pasar merespons positif potensi perubahan struktur biaya ekspor, di mana tarif masuk ke Amerika Serikat yang sebelumnya berada di kisaran 32% berpotensi dipangkas menjadi 0% atau mendapatkan pengecualian khusus.

Berikut adalah rekapitulasi pergerakan harga saham emiten perkebunan kelapa sawit (CPO) pada perdagangan hari ini:

Berikut ini adalah beberapa emiten yang memiliki posisi strategis dalam memanfaatkan momentum ini:

  1. Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk. (SMAR): Dengan kontribusi ekspor yang signifikan, SMAR dinilai sebagai penerima manfaat utama. Produk turunan sawit seperti olein dan stearin akan menjadi lebih kompetitif di pasar AS. Dukungan fasilitas penyulingan dan logistik global memungkinkan perseroan merespons permintaan ekspor dengan cepat.

  2. PP London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP): Sebagai pemain hulu dengan neraca keuangan tanpa utang (zero debt), LSIP diuntungkan oleh potensi kenaikan harga acuan CPO global. Peningkatan pendapatan dari sisi harga jual rata-rata (ASP) berpotensi langsung berdampak pada laba bersih dan dividen.

  3. Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP): Induk usaha LSIP ini memiliki peluang memperluas pasar produk bernilai tambah (minyak goreng dan margarin) ke sektor ritel AS, didukung oleh jaringan distribusi yang sudah terbentuk.

Konteks Makro dan Pemerintah

Berdasarkan data United States Department of Agriculture (USDA) tahun 2023, Indonesia mendominasi pasar tropical oil AS dengan nilai ekspor mencapai US$2,13 miliar, menguasai lebih dari 70% total impor komoditas tersebut di AS.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, dalam keterangan persnya menyatakan bahwa pemerintah telah mematangkan strategi negosiasi. Pertemuan koordinasi telah dilakukan antara Presiden Prabowo Subianto dan jajaran menteri ekonomi di Hambalang, Bogor, pada Minggu (15/02).

"Secara substansi, negosiasi tarif telah rampung dan kedua negara telah menyelesaikan proses harmonisasi bahasa hukum. Kita berharap akan ada kejutan-kejutan positif dari ART yang semakin menguntungkan Indonesia," ujar Haryo.

-

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/gls)



Most Popular