MARKET DATA

Sungguh Dahsyat! Ini 12 Lubang Raksasa Akibat Meteor Jatuh di Bumi

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia
07 February 2026 15:45
cover topik, fokus kawah meteor
Foto: Cover Topik/ Kawah Meteor/Edward Ricardo

Jakarta, CNBC Indonesia -Dunia pernah berkali kali dihantam oleh meteor dan bekasnya masih tertinggal sebagai lubang atau kawah raksasa.

Dari Kanada sampai Afrika Selatan, ada sejumlah titik yang menjadi pengingat bahwa tabrakan meteor bukan cuma cerita film, tetapi bagian dari sejarah panjang planet ini.

Melansir Visual Capitalist, berdasarkan hasil pemetaan yang menghimpun data Earth Impact Database merangkum 12 lokasi dengan ukuran terbesar yang sudah dipastikan sebagai jejak tumbukan.

Yang menarik, besarnya lubang tidak otomatis berarti dampaknya paling mematikan. Ada peristiwa yang ukurannya lebih kecil tetapi efeknya jauh lebih brutal karena dipengaruhi kecepatan, sudut jatuh, dan material penabraknya.

Chicxulub menjadi contoh ekstrem karena sering dikaitkan dengan perubahan iklim global yang menyapu banyak spesies. Sementara beberapa tumbukan raksasa lain terjadi saat kehidupan kompleks belum berkembang, sehingga tidak tercatat sebagai pemicu kepunahan massal.

Di sisi lain, jejak tabrakan tidak semuanya bertahan. Erosi dan pergerakan lempeng pelan pelan menghapus tanda dari masa lalu, membuat lokasi yang masih tersisa semakin jarang dan memiliki nilai penting untuk dipelajari.

1. Vredefort

Vredefort di Free State, Afrika Selatan, disebut sebagai struktur bekasr tabrak meteor terbesar di dunia. Diameter lubang raksasa ini diperkirakan mencapai 160 km, namun bentuknya kini sudah banyak berubah karena tererosi cukup parah sejak pertama kali terbentuk.

Menariknya, Vredefort juga termasuk yang paling tua. Dengan usia sekitar 2.020 juta tahun lalu, lubang ini masuk jajaran yang tertua dan bahkan kerap disebut sebagai lubang bekas meteor tertua kedua di Bumi, terbentuk pada era Paleoproterozoikum. Peristiwa ini dipicu asteroid berukuran sekitar 10-15 km yang menghantam dengan kecepatan 15-25 km per detik.

2. Chicxulub

Chicxulub di Yucatán, Meksiko, menjadi salah satu lubang terbesar akibat meteor jatuh di dunia dengan diameter sekitar 150 km. Lokasinya unik karena terkubur di dasar laut, dan baru teridentifikasi pada akhir 1970 an saat kegiatan eksplorasi minyak.

Peristiwa terbentuknya terjadi sekitar 65 juta tahun lalu yang dipicu benda langit berdiameter kira kira 10 km atau sebanding dengan tinggi Gunung Everest.

Tabrakan ini diyakini berkaitan dengan kepunahan massal era Kapur dan Paleogen, yang menewaskan sekitar 75% spesies tumbuhan dan hewan di dunia, termasuk dinosaurus. Dampaknya pun sangat besar, material panas berupa debu, abu, dan uap terlontar ke atmosfer dalam jumlah masif dan diperkirakan menyelimuti dunia hingga sekitar 10 tahun.

3. Sudbury

Sudbury di Ontario, Kanada, termasuk salah satu lubang terbesar akibat meteor jatuh di dunia dengan diameter sekitar 130 km. Peristiwa tumbukannya terjadi sekitar 1,85 miliar tahun lalu, dan dampaknya sangat besar sampai membuat material batuan terlontar jauh, bahkan disebut bisa mencapai wilayah yang kini dikenal sebagai Minnesota.

Awalnya, kejadian ini diyakini dipicu meteorit. Namun kajian lanjutan pada 2014 mengindikasikan pemicunya kemungkinan komet. Saat ini, kawasan Sudbury dikenal luas sebagai salah satu pusat pertambangan penting di dunia, terutama untuk nikel dan bijih tembaga.

4. Popigai

Popigai di Siberia, Rusia, termasuk salah satu lubang terbesar akibat meteor jatuh di dunia dengan diameter sekitar 90 km. Peristiwa ini terjadi sekitar 36 juta tahun lalu, menjadikannya yang paling muda di daftar 12 terbesar. Tabrakannya berlangsung pada era Eosen, dan kerap dikaitkan dengan fase perubahan besar yang terjadi dari Eosen menuju Oligosen.

Popigai juga terkenal karena menghasilkan impact diamonds, yakni berlian bertekstur lunak yang terbentuk dari grafit tepat pada momen tabrakan. Fenomena ini membuat Popigai sering disebut sebagai salah satu lokasi kunci untuk memahami proses tumbukan meteor dan dampaknya terhadap kerak bumi.

5. Acraman

Acraman di daerah Gawler Ranges, Australia Selatan, juga memiliki diameter sekitar 90 km dan terbentuk sekitar 590 juta tahun lalu. Lubang ini baru diidentifikasi pada 1986, dan kondisi permukaannya kini sudah banyak berubah karena erosi yang sangat kuat.

Keberadaan Acraman ditandai oleh Danau Acraman yang berada di area tersebut. Energi tumbukannya diperkirakan sangat besar, mencapai sekitar 5.200.000 megaton TNT, menunjukkan betapa ekstremnya peristiwa tabrakan yang pernah terjadi di wilayah itu.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(evw/luc)



Most Popular