MARKET DATA

Saham-Saham Kapal Manggung Lagi Usai Drama IHSG Reda, Ada yang ARA!

Susi Setiawati,  CNBC Indonesia
04 February 2026 08:30
PT Pertamina International Shipping (PIS) memiliki 98 tanker, termasuk beberapa yang masuk kategori terbesar di dunia. (Dok. Pertamina Interenational Shipping (PIS))
Foto: PT Pertamina International Shipping (PIS) memiliki 98 tanker, termasuk beberapa yang masuk kategori terbesar di dunia. (Dok. Pertamina Interenational Shipping (PIS))

Jakarta, CNBC Indonesia - Deretan saham pelayaran akhirnya kembali "manggung" setelah sempat tertekan dalam pasca trading halt Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan lalu.

Rebound paling mencolok datang dari Humpuss Maritim Internasional Tbk. (HUMI) yang melesat 34,08% dalam sehari, disusul Logindo Samudramakmur Tbk. (LEAD) naik 26,98% dan GTS Internasional Tbk. (GTSI) yang menguat 24,37%.

Penguatan juga terjadi pada Soechi Lines Tbk. (SOCI) sebesar 11,54%, Samudera Indonesia Tbk. (SMDR) 9,14%, serta Temas Tbk. (TMAS) 7,81%. Sementara itu, Wintermar Offshore Marine Tbk. (WINS) dan Trans Power Marine Tbk. (TPMA) ikut menguat lebih terbatas masing-masing 1,98% dan 0,88%.

Meski lonjakan harian terlihat agresif, secara mingguan dan bulanan mayoritas saham kapal ini masih mencatat koreksi. Artinya, reli kali ini lebih mencerminkan technical rebound setelah tekanan tajam sebelumnya, belum sepenuhnya menunjukkan perubahan tren.

Dari sisi katalis, penguatan saham-saham perkapalan terjadi secara merata lintas berbagai segmen, mulai dari kapal LNG dan tanker, hingga tongkang serta kapal pendukung sektor energi. Kondisi ini menunjukkan bahwa reli yang berlangsung tidak hanya terpusat pada satu sub-sektor tertentu, melainkan mencerminkan minat pasar yang lebih luas terhadap industri pelayaran di awal tahun ini.

Permintaan gas alam cair (LNG), khususnya dari Eropa yang mencari alternatif pasokan selain dari Rusia, menjadi salah satu narasi utama yang mengangkat saham kapal tanker dan LNG seperti GTSI dan SOCI.

Di sisi lain, kapal tongkang yang mengangkut komoditas seperti batu bara dan nikel juga ikut menarik perhatian investor, karena korelasinya dengan pergerakan harga komoditas global.

Tidak hanya itu, beberapa emiten di sektor penunjang hulu migas maupun armada logistic menunjukkan aksi korporasi atau rencana ekspansi armada baru yang turut memperkaya cerita bullish di sektor ini.

Meski begitu, analis menilai bahwa sebagian kenaikan harga saham pelayaran masih banyak dipengaruhi oleh sentimen pasar jangka pendek, sehingga investor disarankan tetap mempertimbangkan risiko koreksi jika momentum teknikal mulai mereda.

Sanggahan : Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

 

(saw/saw)



Most Popular