MARKET DATA

Pekerja Anak RI Meledak Tertinggi 7 Tahun, Laki-Laki Paling Terdampak

Kanthi Malikhah,  CNBC Indonesia
31 January 2026 15:00
Infografis: 'Bom Waktu' di Jawa: Anak Muda Nganggur & Kemiskinan Ekstrem
Foto: Infografis/'Bom Waktu' di Jawa: Anak Muda Nganggur & Kemiskinan Ekstrem/Arie Pratama

Jakarta, CNBC Indonesia - Persentase pekerja anak usia 10-17 tahun di Indonesia kembali menunjukkan tren kenaikan pada 2024. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), proporsi pekerja anak tercatat mencapai 2,85%, naik dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di level 2,39%.

Kenaikan ini menandai titik tertinggi dalam tujuh tahun terakhir, sekaligus memutus tren relatif stagnan yang terjadi sejak pemulihan pasca pandemi.

Secara historis, persentase pekerja anak sempat mengalami penurunan signifikan pada 2020 menjadi 1,30%, seiring pembatasan aktivitas ekonomi dan sekolah selama pandemi Covid-19. Namun, setelah itu angkanya melonjak kembali pada 2021 ke level 2,63%, lalu bergerak fluktuatif hingga akhirnya meningkat cukup tajam pada 2024.

Pergerakan ini mengindikasikan bahwa pemulihan ekonomi belum sepenuhnya diikuti oleh pemulihan kesejahteraan rumah tangga rentan, terutama keluarga dengan keterbatasan akses pendidikan dan pendapatan.

Pekerja anak usia 10-17 tahun di Indonesia secara konsisten didominasi oleh laki-laki. Dengan persentase pekerja anak laki-laki selalu lebih tinggi dibandingkan perempuan.

Mnurut konsep metadata SDGs Global, pekerja anak adalah semua anak usia 5-12 tahun yang bekerja tanpa mempertimbangkan jam kerja mereka, anak usia 13-14 tahun yang bekerja lebih dari 15 jam per minggu, dan anak usia 15-17 tahun yang bekerja lebih dari 40 jam per minggu.

Dalam catatan BPS, jumlah pekerja di Indonesia mencapai 146 juta orang.

Pada 2023, persentase pekerja anak laki-laki tercatat 2,57%, sementara perempuan berada di level 2,21%. Selisih ini mencerminkan bahwa anak laki-laki lebih banyak terlibat dalam aktivitas ekonomi sejak usia dini.

(mae/mae)



Most Popular