MARKET DATA

Kementerian Pertahanan Dapat Rp187 Triliun, Berapa Buat Alutsista?

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia
02 February 2026 11:30
Logo Kemhan (ist)
Foto: Logo Kemhan (ist)

Jakarta, CNBC Indonesia - Anggaran Kementerian Pertahanan (Kemhan) pada 2026 ditetapkan Rp187,1 triliun. Porsi terbesar anggaran ini akan mengalir untuk modernisasi kekuatan pertahanan, mulai dari pembelian dan pemenuhan alutsista TNI lintas matra, kebutuhan non-alutsista, hingga pembangunan sarana dan prasarana penunjang.

Ketentuan tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 118 Tahun 2025 yang diundangkan pada 28 November 2025.

Dalam Perpres tersebut, anggaran Kemhan dibagi ke dalam dua fungsi utama, yakni fungsi pertahanan dan fungsi pendidikan. Fungsi pertahanan menjadi porsi terbesar dengan alokasi Rp186,6 triliun, sementara fungsi pendidikan mendapat anggaran Rp490 miliar.

Secara program, Kemhan membagi anggarannya ke dalam tujuh program utama. Berikut rincian program dengan nilai belanja terbesar.

Program Modernisasi Alutsista, Non Alutsista, dan Sarpas Pertahanan

Program ini menjadi penyerap anggaran terbesar di lingkungan Kementerian Pertahanan pada 2026. Nilainya sebesar Rp 84,48 triliun atau setara dengan 45,1% dari total anggaran Kemhan tahun ini.

Sumber dananya pun tercatat cukup beragam, mulai dari pinjaman luar negeri (PLN) sebesar Rp46,5 triliun, disusul rupiah murni (RM) Rp33,44 triliun, pinjaman dalam negeri (PDN) Rp3,69 triliun, Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Rp800 miliar, serta Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sekitar Rp60 miliar.

Program modernisasi ini mencakup pemenuhan dan penguatan alat utama sistem persenjataan (alutsista), kebutuhan non-alutsista, serta sarana dan prasarana pertahanan di seluruh matra TNI mulai dari darat, laut, dan udara.

Adapun, CNBC Indonesia telah merangkum beberapa alutsista TNI yang sudah ataupun masih dalam proses kedatangan dalam rangka modernisasi dan penguatan alutsista.

Fokusnya tidak hanya pada pengadaan alutsista strategis, tetapi juga alutsista integratif, dukungan operasional, hingga pemenuhan sarpras pendukung pertahanan dan keamanan.

Besarnya alokasi anggaran ini sejalan dengan langkah pemerintah yang terus mendorong modernisasi kekuatan TNI, baik melalui kedatangan alutsista baru maupun rencana pengadaan alutsista strategis dalam beberapa tahun ke depan.

Di dalam program ini, anggaran juga dialokasikan untuk berbagai keluaran, terutama pada komponen Sarana Bidang Pertahanan dan Keamanan yang mencapai sekitar Rp54,02 triliun dengan output 2.052.006 unit/paket.

Selain itu terdapat alokasi besar untuk Sarana Bidang Pertahanan dan Keamanan lainnya sekitar Rp16,52 triliun (output 594 unit/paket) serta Prasarana Bidang Pertahanan dan Keamanan sekitar Rp7,54 triliun (output 312 unit).

Program ini juga memuat dukungan operasional/maintenance prasarana, layanan internal, hingga pembangunan konektivitas darat (jalan) sepanjang 167 km, yang menjadi bagian dari penguatan infrastruktur pendukung pertahanan.

Program Dukungan Manajemen

Program Dukungan Manajemen menjadi penopang utama operasional Kemhan di luar belanja pengadaan alutsista.

Total anggarannya mencapai Rp80,07 triliun atau sekitar 42,8% dari total anggaran Kemhan 2026. Sumber dananya didominasi dari rupiah murni senilai Rp79,93 triliun, lalu BLU sekitar Rp132 miliar dan PNBP sekitar Rp9,49 miliar.

Dari sisi sasaran, program ini diarahkan untuk memastikan organisasi pertahanan berjalan efektif lewat penguatan SDM, layanan internal, serta tata kelola.

Target utamanya mencakup terwujudnya SDM pertahanan yang kompeten dan profesional, membaiknya tata kelola sistem pemerintahan Kemhan, terpenuhinya pelayanan kesehatan prajurit dan PNS di lingkungan Kemhan, meningkatnya kinerja Universitas Pertahanan, menguatnya tata kelola sistem pemerintahan TNI, hingga terjaganya kinerja unit organisasi Kemhan.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(evw/evw)



Most Popular