MARKET DATA

5 Negara dengan Sistem Pelayanan Kesehatan Terbaik

Amalia Zahira,  CNBC Indonesia
27 January 2026 15:00
Bendera Taiwan. (Dok. Freeppik)
Foto: Bendera Taiwan. (Dok. Freeppik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Akses layanan kesehatan menjadi salah satu penentu utama kualitas hidup sebuah negara. Bukan hanya soal rumah sakit mewah atau dokter ternama, tetapi seberapa cepat warga bisa berobat, seberapa terjangkau biayanya, dan seberapa besar negara hadir saat warganya membutuhkan pertolongan medis.

Berdasarkan hasil Best Healthcare in the World 2026 yang disusun oleh World Population Review: Taiwan, Korea Selatan, dan Australia mendominasi daftar sebagai negara dengan sistem kesehatan terbaik di dunia.

Top 5 Negara dengan Sistem Kesehatan Terbaik (CEOWorld Index)

Indeks kesehatan dari CEOWorld turut mempertimbangkan infrastruktur medis, ketersediaan obat, kompetensi tenaga kesehatan, dan kesiapan pemerintah. Berdasarkan indeks tersebut, World Population Review merangkum lima negara dengan sistem kesehatan terbaik di dunia.

 


Selain lima besar di atas, daftar lengkap menampilkan negara maju lain seperti: Belanda, Jerman, Norwegia, Jepang, dan Singapura yang juga berada dalam 20 besar. Sementara Amerika Serikat, meskipun dikenal sebagai pusat riset medis dunia, berada di peringkat 15, mencerminkan tantangan akses dan biaya layanan.

1. Taiwan

Taiwan menempati peringkat teratas berkat sistem asuransinya, National Health Insurance (NHI). Asuransi ini mencakup hampir seluruh penduduk, termasuk ekspatriat berizin tinggal. Sistem ini dikenal cepat, efisien, dan terjangkau, dengan fasilitas medis modern, rekam medis digital, serta kartu kesehatan pintar. Ketersediaan obat relatif baik dan harga terkontrol, didukung tenaga medis yang terlatih dan cukup ramah bagi pasien internasional.

 

2. Korea Selatan

Sama seperti Taiwan, Korea Selatan juga menerapkan sistem asuransi nasional atau National Health Insurance Service (NHIS). NHIS memberikan cakupan universal dengan skema pembiayaan bersama antara pemerintah dan pasien. Biaya layanan relatif terjangkau, ditopang teknologi medis yang maju, terutama di wilayah perkotaan. Akses layanan kesehatan tergolong mudah, meski kualitas dan ketersediaan dokter berbahasa Inggris cenderung menurun di daerah rural.

 

3. Australia

Australia memiliki sistem kesehatan ganda, yakni layanan publik melalui Medicare dan layanan swasta yang banyak dipilih penduduk. Sistem ini menawarkan kualitas layanan tinggi, ditopang angka harapan hidup yang tinggi dan tingkat kematian yang rendah. Akses dokter relatif mudah, meski waktu tunggu di layanan publik bisa lebih panjang, sehingga asuransi swasta menjadi pelengkap penting.

 

4. Kanada

Kanada unggul dari sisi pemerataan akses dan keadilan layanan kesehatan, dengan sistem kesehatan publik yang dibiayai negara dan dapat diakses oleh warga serta penduduk tetap.

Kualitas tenaga medis tergolong tinggi, namun tantangan utama terletak pada waktu tunggu yang panjang. Walaupun para masyarakat harus membayar pajak yang relatif tinggi, komitmen negara terhadap layanan kesehatan tidak diragukan. Hal ini dicerminkan oleh porsi anggaran belanja kesehatan yang mencapai 11% dari total PDB.

 

5. Swedia

Swedia menonjol lewat sistem kesehatan publik yang terdesentralisasi, dengan pengelolaan di tingkat wilayah dan biaya layanan yang relatif rendah. Negara ini rutin melakukan survei pasien nasional untuk meningkatkan kualitas layanan. Akses layanan dasar cukup mudah melalui klinik lokal, sementara layanan darurat tersedia di rumah sakit regional, mencerminkan fokus pada efisiensi dan kualitas berkelanjutan.

 

Tren Global: Sistem Universal dan Hasil Kesehatan

Pakar kesehatan global menekankan pentingnya cakupan layanan kesehatan universal, yakni memastikan seluruh warga negara dapat mengakses layanan kesehatan tanpa beban finansial yang berat. Model sistem kesehatan di Taiwan dan Korea Selatan kerap dijadikan contoh karena dinilai kuat, mudah diakses, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tantangan epidemi global.

Negara dengan sistem universal seperti Korea Selatan dan Kanada juga menunjukkan hasil kesehatan yang lebih merata dan produktif, tercermin dari pemerataan akses layanan, tingginya angka harapan hidup, serta rendahnya tingkat kematian akibat penyakit yang sebenarnya dapat dicegah.

Sementara itu, negara-negara maju di Eropa dan Oceania, seperti Australia dan Swedia, memperlihatkan bahwa sinergi antara sektor publik dan swasta mampu menciptakan layanan kesehatan yang efisien dan berkelanjutan.

Di sisi lain, Amerika Serikat, meskipun unggul dalam inovasi dan teknologi medis, masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan kualitas layanan sekaligus memastikan keterjangkauannya bagi seluruh lapisan masyarakat.

(dag/dag)



Most Popular