IHSG Tiba-Tiba Jeblok, 10 Saham Ini Jatuh Paling Parah
Jakarta, CNBC Indonesia - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini Selasa (27/1/2025) diwarnai oleh penurunan yang cukup tajam ke level 8.878,12 pada awal perdagangan atau turun 1,08%.
Di tengah upaya indeks untuk mencari arah penguatan ke level 9.000, sejumlah emiten justru mencatatkan performa negatif yang signifikan hingga menempati jajaran top losers. Pelemahan ini terjadi di berbagai sektor, mulai dari jasa investasi, infrastruktur pendukung pertambangan, hingga properti.
AIMS dan AMAN Pimpin Pelemahan
Berdasarkan data pasar, saham PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) memimpin pelemahan pada hari ini. Harga saham AIMS anjlok 14,63% dan ditutup pada level Rp700 per lembar. Koreksi ini menghapus sebagian gain yang sempat terbentuk pada sesi sebelumnya, dengan nilai transaksi harian mencapai Rp1,66 miliar.
Di posisi kedua, saham PT Makmur Berkah Amanda Tbk (AMAN) juga mengalami tekanan jual yang masif. Emiten yang bergerak di bidang kawasan industri dan perhotelan ini terkoreksi sebesar 13,97% ke posisi Rp234 per lembar saham. Aktivitas perdagangan pada saham AMAN tercatat moderat dengan total nilai transaksi sebesar Rp1,45 miliar.
Tekanan Jual di Saham Likuid
Pelemahan yang cukup mencolok juga terlihat pada saham PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO). Berbeda dengan saham top losers lainnya yang cenderung memiliki nilai transaksi kecil, RMKO justru mencatatkan nilai transaksi yang sangat likuid mencapai Rp114,08 miliar.
Namun, besarnya volume perdagangan ini justru diiringi penurunan harga sebesar 12,43% ke level Rp1.585. Kondisi ini mengindikasikan adanya aksi distribusi atau pelepasan aset dalam volume besar oleh pelaku pasar.
Sektor Properti dan Kesehatan Turut Terkoreksi
Tidak hanya dari sektor investasi dan kontraktor tambang, sektor kesehatan dan properti pun tidak luput dari aksi jual. PT Soho Global Health Tbk (SOHO) dan PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) masing-masing mencatatkan penurunan sebesar 9,89% dan 9,84%. Untuk LPCK, harga saham kini bertengger di level Rp870 dengan nilai transaksi mencapai Rp4,39 miliar.
Penurunan tajam pada deretan saham di atas menjadi sinyal bagi investor untuk lebih berhati-hati, terutama pada saham-saham dengan kapitalisasi pasar menengah dan kecil yang memiliki tingkat volatilitas tinggi.
Para pelaku pasar disarankan untuk terus memantau rilis kinerja keuangan kuartalan dan sentimen sektoral yang dapat memengaruhi pergerakan harga saham ke depan.
-
Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(gls/gls)