Breaking! Harga Emas Tembus US$ 5.000, Rekor Bersejarah Pecah!
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas dan perak terus berjalan menuju puncak-puncak baru. Harga emas di pasar spot pun berhasil mencapai level psikologis US$5.000 per troy ons, sementara harga perak berhasil menembus level diatas US$100 per troy ons.
Pada perdagangan hari ini Senin (26/1/2026) hingga pukul 06.26 WIB, harga emas dunia di pasar spot menguat 0,80% di posisi US$5.026,93,62 per troy ons. Kenaikan ini membawa emas ke level baru yang belum pernah tercatat sebelumnya yakni level psikologis US$5.000 per troy ons.
Level US$5.000 ini menjadi pencapaian yang gila bagi emas yang bahkan baru ada di level US$ 2.700 setahun lalu. Artinya, emas dengan cepat melalui rekor level-level psikologis uS$ 2.800, US$ 2900, US$ 3000 dan US$ 4000 kurang dari setahun.
Sementara pada perdagangan sebelumnya Jumat (23/1/2026), harga emas dunia naik 0,94% di level US$4.982,57 per troy ons. Pada perdagangan intraday, harga emas sempat melonjak ke level tertinggi sepanjang masa di US$4.989,61 per troy ons, hanya tinggal beberapa poin lagi untuk mendorong harga emas menembus target di US$5.000 per troy ons.
Harga emas berhasil kembali mencapai rekor tertinggi dan mendekati level US$5.000 per troy ons yang dipantau ketat setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan AS telah mengerahkan kapal ke arah Iran, mendorong permintaan akan aset safe haven.
Trump mengatakan armada AS menuju Iran.
Berbicara kepada wartawan di atas Air Force One pada Kamis malam, Trump mengatakan AS memiliki armada angkatan laut yang bergerak menuju Iran dan memperingatkan Teheran agar tidak membunuh demonstran atau memulai kembali upaya nuklirnya.
"Kami memiliki armada, menuju ke arah itu, dan mungkin kami tidak perlu menggunakannya," ujar Trump, menambahkan bahwa ia lebih suka tidak melihat apa pun terjadi.
Laporan mengatakan sebuah kapal induk AS dan beberapa kapal perusak dijadwalkan tiba di Timur Tengah dalam beberapa hari mendatang.
Trump sebelumnya pada bulan Januari telah memperingatkan Teheran agar tidak membunuh demonstran, ketika Iran bergulat dengan protes di seluruh negeri terhadap Nezam.
Namun, meskipun saat itu ia agak meredam retorikanya terhadap Iran, komentar Trump pada hari Kamis memicu kembali kekhawatiran tentang intervensi militer AS di Timur Tengah.
"Peran emas sebagai aset aman dan diversifikasi di tengah ketidakpastian ekonomi dan politik yang tinggi menjadikannya kebutuhan bagi portofolio strategis. Ini lebih dari sekadar badai sempurna yang tidak berlangsung lama, ini adalah tanda perubahan mendasar di masa depan," ujar Tai Wong, seorang pedagang logam independen.
Sejak awal tahun 2026, gesekan antara AS dan NATO terkait Greenland, kekhawatiran tentang independensi The Federal Reserve, dan ketidakpastian yang berkelanjutan mengenai tarif telah mendorong lonjakan permintaan aset aman.
Pembelian oleh bank sentral dan pergeseran yang lebih luas dari dolar juga mendukung kenaikan harga emas.
Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, emas seringkali menjadi pilihan favorit selama periode suku bunga rendah.
Harga emas mencapai tonggak penting seperti US$3.000 dan US$4.000 per troy ons untuk pertama kalinya tahun lalu pada bulan Maret dan Oktober, didorong oleh penurunan suku bunga AS dan konflik di seluruh dunia.
Commerzbank menyatakan dalam sebuah catatan bahwa mereka memperkirakan penurunan suku bunga AS akan meningkat akhir tahun ini setelah penunjukan ketua Fed yang baru, sebuah langkah yang seharusnya kembali mendorong harga emas.
Target Harga Emas Dinaikkan
Goldman Sachs telah menaikkan perkiraan harga emas akhir tahun 2026 menjadi US$5.400 per troy ons dari US$4.900 per troy ons sebelumnya, dengan mencatat diversifikasi sektor swasta dan bank sentral pasar negara berkembang ke emas.
Logam safe-haven ini telah naik lebih dari 11% sejauh ini pada tahun 2026, memperpanjang reli luar biasa yang membuatnya melonjak 64% tahun lalu.
"Kami berasumsi pembeli diversifikasi sektor swasta, yang pembeliannya melindungi risiko kebijakan global dan telah mendorong kejutan positif pada perkiraan harga kami, tidak akan melikuidasi kepemilikan emas mereka pada tahun 2026, yang secara efektif menaikkan titik awal perkiraan harga kami," menurut perusahaan pialang tersebut dalam catatan tertanggal Rabu pekan lalu.
Goldman Sachs memperkirakan kepemilikan ETF Barat akan meningkat karena The Federal Reserve AS kemungkinan akan memangkas suku bunga acuan sebesar 50 basis poin pada tahun 2026.
Perusahaan pialang tersebut juga memperkirakan pembelian oleh bank sentral akan rata-rata mencapai 60 ton pada tahun 2026 karena bank sentral pasar negara berkembang kemungkinan akan terus melakukan diversifikasi cadangan mereka ke dalam emas.
Sementara itu, penurunan tajam dalam persepsi risiko seputar jalur kebijakan moneter global jangka panjang akan menimbulkan risiko penurunan harga emas jika hal itu menyebabkan likuidasi lindung nilai kebijakan makro, menurut Goldman Sachs.
Harga perak melaju kencang menembus level diatas US$100 per troy ons.
Harga perak (XAG) di pasar spot pada penutupan perdagangan Jumat (23/1/2026), naik 7,04% di level US$102,95 per troy ons. Pada perdagangan intraday, harga perak sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa di US$103 per troy ons.
Sementara pada perdagangan hari ini Senin (26/1/2026) hingga pukul 06.15 WIB, harga perak di pasar spot menguat 1,69% di level US$104,68 per troy ons.
Harga perak naik di atas US$100 per troy ons untuk pertama kalinya pada hari Jumat, karena investor berbondong-bondong ke aset safe-haven di tengah gejolak geopolitik dan ekspektasi penurunan suku bunga AS.
"Perak seharusnya terus diuntungkan dari banyak kekuatan yang sama yang mendukung permintaan investasi emas," ujar Philip Newman, direktur di Metals Focus.
"Dukungan tambahan akan datang dari kekhawatiran tarif yang berkelanjutan dan likuiditas fisik yang masih rendah di pasar London."
Logam putih ini telah melonjak lebih dari 200% dalam setahun terakhir, juga didorong oleh tantangan yang berkelanjutan dalam meningkatkan pemurnian logam dan kekurangan pasokan yang terus-menerus di pasar.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(saw/saw) Next Article May Day! May Day! Harga Emas Terjun 3%, Tenggelam ke Level US$3.900