Daftar Negara yang Wilayahnya Terletak di Dua Benua, Ada Indonesia?
Jakarta, CNBC Indonesia - Tidak semua negara bisa dikelompokan secara sederhana ke dalam satu benua. Dalam kajian geografi, ada kelompok negara yang dikenal sebagai negara transkontinental, yaitu negara yang wilayahnya berada di lebih dari satu benua. Berdasarkan klasifikasi WorldPopulationReview, status transkontinental negara-negara ini terbagi ke dalam tiga kategori utama: contiguous, non-contiguous, dan debatable.
Transkontinental Contiguous
Kategori transkontinental contiguous merujuk pada negara yang wilayah daratannya menyambung langsung dan melintasi batas dua benua, tanpa terputus oleh laut atau wilayah terpisah.
Contoh paling jelas adalah Rusia, yang terbentang luas dari Eropa Timur hingga Asia Utara dan dipisahkan secara alami oleh Pegunungan Ural. Kazakhstan sebagai negara tetangga Rusia juga memiliki sebagian kecil wilayah di Eropa Timur, walau mayoritasnya terletak di Asia Tengah.
Hal serupa juga berlaku pada Turki, yang wilayahnya dipisahkan oleh Selat Bosphorus antara Eropa dan Asia. Sementara itu, Mesir memiliki Semenanjung Sinai di Asia dan daratan utama di Afrika.
Transkontinental Non-Contiguous
Berbeda dengan kategori pertama, negara transkontinental non-contiguous memiliki wilayah utama di satu benua, tetapi juga menguasai wilayah lain yang terpisah secara geografis di benua berbeda. Status lintas benuanya muncul karena kepemilikan teritori luar negeri, pulau, atau wilayah otonom.
Salah satu contohnya adalah Denmark yang memiliki wilayah Greenland. Secara geografis, Denmark berada di Eropa, sementara Greenland terletak di Amerika Utara. Meski terpisah ribuan kilometer dan memiliki karakter geografis yang sangat berbeda, Greenland tetap menjadi bagian dari Kerajaan Denmark. Kepemilikan ini merupakan hasil dari sejarah panjang kolonialisme Denmark di wilayah tersebut.
Contoh lain dalam kategori ini termasuk Britania Raya, Spanyol, Belanda, hingga Amerika Serikat, yang memiliki wilayah atau teritorial di luar benua utamanya.
Transkontinental Debatable
Kategori ketiga adalah yang paling menarik sekaligus paling sering diperdebatkan. Dalam kategori ini, status lintas benua suatu negara sangat bergantung pada pendekatan yang digunakan, seperti geografis, biogeografis, atau geopolitik.
Indonesia sebagai negara kepulauan yang terbentang luas dari timur hingga barat, kerap disebut sebagai negara transkontinental karena berada di titik pertemuan Asia dan Oseania. Pulau-pulau di bagian barat seperti Sumatra, Jawa, dan Kalimantan termasuk dalam kawasan Asia Tenggara, sementara wilayah timur, khususnya Papua dan Maluku yang secara geografis merupakan bagian dari Oseania.
Selain Indonesia, terdapat beberapa negara yang masuk kedalam klasifikasi ini. Termasuk diantaranya adalah Jepang, Kolombia, Ekuador, Azerbaijan, Panama, dan Georgia.
(dag/dag)