Disukai Jutaan Warga RI, Ikan Ini Dianggap 'Hantu' di Jepang
Jakarta, CNBC Indonesia - Ikan nila merupakan jenis ikan air tawar yang cukup populer di berbagai negara, karena cukup mudah dibudidayakan dan harganya yang murah.
Di Jepang ikan nila sangat jarang dikonsumsi dan bahkan tidak dikenal sebagai bahan makanan. Faktor utama penyebabnya adalah citra lingkungan hidup nila, yang dikenal mampu bertahan di perairan dengan kualitas air kurang baik. Hal ini membuat ikan nila kurang diminati dalam budaya kuliner Jepang yang sangat menekankan kesegaran, rasa alami, dan kualitas habitat ikan.
Sebaliknya, di Indonesia ikan nila menjadi salah satu komoditas perikanan air tawar paling populer. Dari warung makan sederhana hingga restoran keluarga, ikan ini mudah ditemukan dan dikonsumsi luas oleh masyarakat. Namun, kondisi tersebut berbanding terbalik dengan Jepang, negara yang dikenal memiliki budaya konsumsi ikan tinggi, tetapi justru tidak menjadikan ikan nila sebagai bahan pangan umum.
Ikan nila justru menjadi tulang punggung perikanan air tawar Indonesia. Kemudahan budidaya, waktu panen yang relatif singkat, serta harga yang terjangkau menjadikan ikan nila favorit produsen maupun konsumen.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, rata-rata konsumsi ikan nila per kapita per minggu mencapai 16,053 pada 2022, kemudian sedikit menurun menjadi 15,708 pada 2023 dan 15,229 pada 2024. Namun, pada 2025 konsumsi kembali meningkat ke 16,477, menjadi yang tertinggi dalam periode pengamatan.
(dag/dag)