MARKET DATA

Daftar Negara Amerika Selatan dengan Jumlah Muslim Terbanyak

Amalia Zahira,  CNBC Indonesia
12 January 2026 16:00
Ilustrasi peta Amerika Selatan. (Dok. Freepik)
Foto: Ilustrasi peta Amerika Selatan. (Dok. Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketika membahas keragaman penduduk di kawasan Amerika Selatan, perhatian sering tertuju pada bahasa, etnis, dan tradisi budaya yang beragam. Namun, aspek keragaman agama juga menarik untuk dikaji, termasuk keberadaan komunitas Muslim di berbagai negara di kawasan tersebut. Meski secara jumlah tidak sebesar agama mayoritas, populasi Muslim di Amerika Selatan tumbuh melalui migrasi, hubungan dagang, serta dinamika sosial yang berlangsung sejak berabad-abad lalu.

Dalam konteks ini, menelusuri negara-negara di Amerika Selatan dengan jumlah penduduk Muslim yang lebih besar dapat memberikan gambaran mengenai jejak sejarah migrasi, integrasi budaya, hingga perkembangan komunitas di era modern-tanpa memosisikan agama tertentu secara lebih unggul atau lebih rendah. Mengutip dari World Population Review dan Sumber lainnya. Berikut ini daftar negara di kawasan Amerika Selatan dengan jumlah penduduk Muslim terbanyak berdasarkan estimasi populasi.

1. Argentina

Argentina menempati posisi teratas sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di Amerika Selatan. Jumlah penduduk Muslim di negara ini diperkirakan mencapai 420 ribu jiwa, atau sekitar 0,5% dari total populasi.

Keberadaan komunitas Muslim di Argentina memiliki akar sejarah panjang, bahkan ditelusuri hingga lebih dari lima abad lalu, dengan pengaruh budaya Islam yang tercermin pada nama kota Cordoba, kota terbesar kedua di Argentina, yang merujuk pada pusat peradaban Islam di Andalusia.

Dari sisi infrastruktur dan kehidupan sosial, Argentina menjadi salah satu negara paling ramah bagi komunitas Muslim di kawasan tersebut. King Fahad Islamic Center di Buenos Aires, yang dibangun pada 1996, merupakan masjid terbesar di Amerika Selatan dan berfungsi sebagai pusat dakwah, pendidikan, serta perpustakaan Islam.

Produk halal, khususnya daging sapi, tersedia luas di negara ini. Argentina bahkan memasok sekitar 7% daging dunia dan menjadi pemasok bagi banyak negara Muslim. Perlindungan hukum juga relatif kuat, dengan regulasi anti-diskriminasi sejak 2011 yang menjamin kebebasan beribadah dan berekspresi bagi umat Muslim.

2. Suriname

Suriname menjadi negara dengan proporsi Muslim terbesar di Amerika Selatan. Sekitar 13,1% penduduk Suriname, atau setara 80 ribu orang, memeluk agama Islam, menjadi angka tertinggi di kawasan ini.

Kuatnya populasi Muslim di Suriname berakar dari sejarah kolonial Belanda, ketika pekerja kontrak dari Asia Selatan dan Indonesia didatangkan ke negara tersebut. Hingga kini, komunitas Muslim Suriname terdiri dari kelompok keturunan Indo-Pakistan, Muslim Jawa, serta komunitas Afro-Suriname yang terus berkembang.

Pada 1946, komunitas Muslim mencatat sejarah dengan mendirikan partai politik pertama di negara tersebut, yakni Muslim Party. Mayoritas Muslim Suriname bermazhab Sunni, dengan perbedaan tradisi fikih antara Hanafi dan Syafi'i, serta keberadaan komunitas Ahmadiyah yang aktif. Suriname juga menjadi salah satu dari dua negara di Benua Amerika Selatan yang menjadi anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), mencerminkan posisi strategisnya dalam dunia Islam global.

3. Guyana

Guyana menjadi salah satu negara di Amerika Selatan dengan proporsi Muslim yang relatif besar. Sekitar 6,5% dari total penduduk Guyana, atau setara 50 ribu orang, memeluk agama Islam.

Keberadaan komunitas Muslim di negara ini sangat dipengaruhi oleh sejarah migrasi pekerja dari Asia Selatan pada masa kolonial Inggris, yang kemudian membentuk basis kuat komunitas India-Guyana Muslim hingga saat ini.

Dalam perkembangannya, Islam menjadi bagian penting dari kehidupan sosial dan budaya Guyana. Sejak abad ke-20, masjid-masjid permanen berdiri di berbagai kota, termasuk ibu kota Georgetown, dengan jumlah lebih dari 150 masjid aktif di seluruh negeri.

Organisasi Islam lokal berperan dalam pendidikan melalui madrasah, kegiatan dakwah, hingga aktivitas sosial kemasyarakatan. Muslim di Guyana memiliki kebebasan beribadah, mendirikan sekolah Islam, serta keterwakilan dalam ranah politik, meski tetap menghadapi tantangan modern berupa sekularisasi dan asimilasi budaya Barat.

4. Brasil

Brasil memiliki komunitas Muslim terbesar secara absolut setelah Argentina di Amerika Selatan. Jumlah penduduk Muslim di negara ini diperkirakan mencapai 40 ribu orang, atau sekitar 0,5% dari total populasi. Komunitas Muslim Brasil banyak terkonsentrasi di kota-kota besar seperti São Paulo dan Foz do Iguaçu, mencerminkan pola urbanisasi serta peran kota besar sebagai pusat ekonomi dan migrasi.

Secara historis, jejak awal Islam di Brasil bermula sejak masa perdagangan budak Afrika, ketika Brasil menerima sekitar 37% dari total budak Afrika yang diperdagangkan. Saat ini, mayoritas Muslim Brasil beraliran Sunni dan relatif terasimilasi dalam masyarakat luas, sementara komunitas Syiah berkembang dalam lingkup yang lebih kecil di kota-kota tertentu.

Dalam tiga dekade terakhir, keberadaan Islam semakin terlihat melalui pembangunan masjid, pusat kebudayaan, sekolah, hingga media komunitas. Perkembangan ini juga tercermin dari kontribusi intelektual, termasuk penerjemahan Al-Qur'an ke dalam bahasa Portugis oleh cendekiawan Muslim di São Paulo.

5. Chili

Chili memiliki komunitas Muslim yang relatif kecil namun terus berkembang. Jumlah penduduk Muslim di negara ini diperkirakan sekitar 10 ribu orang, atau sekitar 0,5% dari total populasi.

Pertumbuhan komunitas ini sejalan dengan meningkatnya mobilitas global, arus migrasi, serta keterbukaan Chili sebagai salah satu negara dengan stabilitas ekonomi dan sosial di Amerika Selatan.

Dari sisi infrastruktur keagamaan, Chili memiliki sejumlah masjid, dengan Masjid As-Salam (Mezquita As-Salam) di ibu kota Santiago sebagai masjid pertama di negara tersebut. Pembangunannya dimulai pada 1988 dan resmi dibuka untuk ibadah pada 1996. Masjid ini juga menjadi pusat kegiatan komunitas, termasuk dakwah dan aktivitas sosial, yang menopang keberlangsungan kehidupan Muslim di tengah dominasi masyarakat non-Muslim.

6. Venezuela

Venezuela memiliki komunitas Muslim yang kecil namun berkesinambungan. Meski Islam merupakan agama minoritas di negara ini, diperkirakan sekitar 0,5% dari total penduduk, atau sekitar 10 ribu orang dalam konteks data regional, memeluk agama Islam.

Komunitas Muslim Venezuela banyak berasal dari migrasi keluarga Keturunan Timur Tengah, terutama Lebanon, Palestina, dan Suriah, yang menetap di kawasan seperti Caracas dan Pulau Margarita, serta berkontribusi pada kehidupan sosial dan ekonomi lokal melalui bisnis dan aktivitas komunitas.

Peran simbolis komunitas Muslim tercermin dari Masjid Sheikh Ibrahim Al-Ibrahim di Caracas, salah satu masjid terbesar di Amerika Latin. Masjid ini selesai dibangun pada 1993 dan menjadi pusat kegiatan keagamaan serta budaya Muslim di negara itu.

Walaupun jumlahnya kecil, ragam fasilitas dan organisasi Islam di berbagai kota menunjukkan keberlangsungan kehidupan Muslim di tengah masyarakat mayoritas non-Muslim di Venezuela.

(dag/dag)


Most Popular