5 Negara Paling Hemat di Dunia: Tingkat Tabungan Warganya Tinggi
Jakarta, CNBC Indonesia - Menabung tetap menjadi kebiasaan fundamental untuk menjaga kesehatan keuangan pribadi. Di tengah gejolak ekonomi global dan inflasi yang masih tinggi di berbagai negara, beberapa negara justru mencatat tingkat tabungan pribadi yang relatif tinggi, mencerminkan budaya hemat dan perencanaan keuangan yang kuat. Berikut adalah 5 negara di dunia dengan persentase tabungan pribadi tertinggi menurut data Trading Economics.
1. Korea Selatan
Negara di Asia Timur ini berada di puncak daftar sebagai negara dengan tingkat tabungan pribadi tertinggi. Meskipun biaya hidup, khususnya di kota-kota besar seperti Seoul, tergolong tinggi, masyarakat Korea Selatan dikenal disiplin secara finansial dan cenderung memprioritaskan tabungan sebagai proteksi terhadap risiko ekonomi masa depan.
2. Maroko
Tingginya tingkat tabungan pribadi di Maroko tidak serta-merta mencerminkan kemakmuran rumah tangga secara luas. Angka tersebut lebih menunjukkan sikap kehati-hatian kelompok pendapatan tertentu di tengah terbatasnya jaring pengaman sosial dan tingginya ketidakpastian ekonomi. Meski secara statistik tercatat tingkat tabungan yang tinggi, banyak rumah tangga di Maroko masih menghadapi keterbatasan kemampuan menabung, terutama di kelompok berpendapatan rendah.
3. Swedia
Di Eropa utara, Swedia muncul sebagai salah satu negara dengan warga yang gemar menabung. Negara ini juga dikenal memiliki sistem keuangan dan kebijakan sosial yang mendukung stabilitas ekonomi rumah tangga, termasuk pendidikan finansial dan akses perbankan yang luas. Sistem ini erat dengan filosofi inti masyarakat swedia yang dikenal dengan nama Lagom, yang berarti "cukup". Bagi masyarakat Swedia, makna lagom bukan berarti melakukan lebih sedikit, namun melakukan sesuatu dengan penuh kesadaran dan menghindari hal-hal yang berlebihan.
4. Belanda
Lonjakan tingkat tabungan rumah tangga di Belanda mencerminkan sentimen kehati-hatian, di mana masyarakat memilih memperkuat posisi keuangan melalui tabungan di tengah tekanan inflasi, suku bunga tinggi, dan ketidakpastian ekonomi regional. Kegiatan menabung ini dikenal istilah precautionary saving atau tabungan pencegahan.
5. Sri Lanka
Sri Lanka menempati posisi kedua dalam daftar ini. Karena sempat dilanda krisis ekonomi parah pada 2022 lalu, masyarakat Sri Lanka membiasakan diri mereka menyimpan uang sebagai bentuk resilien masyarakat dalam menjaga stabilitas finansial pribadi. Langkah seperti pembatasan konsumsi dan fokus pada prioritas keuangan membuat warga Sri Lanka mampu menyisihkan bagian besar pendapatan mereka untuk ditabung.
(dag/dag)