
Dolar Dekati Rp16.500, Ini Masa-Masa Genting Rupiah Sepanjang 2025

Jakarta, CNBC Indonesia - Rupiah tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) seiring gelombang demonstrasi yang terjadi di Tanah Air.
Mengutip dari Refinitiv, mata uang garuda terhadap dolar AS pada Jumat (29/8/2025) ditutup di level Rp16.485/US$ atau melemah 0,87% dalam sehari. Hal ini tercatat sebagai pelemahan harian terbesar sejak 8 April 2025, di mana pada saat itu rupiah melemah 1,67% akibat dari pengumuman resiprokal tarif Presiden AS Donald Trump.
Level penutupan rupiah hari ini sekaligus tercatat menjadi level terlemah sejak 1 Agustus 2025, di mana pada saat itu rupiah di tutup di posisi Rp16.485/US$.
Tekanan terhadap rupiah terjadi di tengah memanasnya situasi politik dalam negeri.
Aksi demonstrasi berlangsung sejak Senin (25/8/2025) hingga Kamis (28/8/2025), yang memuncak dengan insiden tragis tertabraknya pengemudi ojek online oleh kendaraan taktis Brimob di Pejompongan, Jakarta Selatan.
Peristiwa ini kemudian memicu gelombang aksi massa yang kembali marak di berbagai daerah pada Jumat (29/8/2025).
Meski demikian, pemerintah menilai tekanan pasar keuangan masih bersifat sementara. Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono mengatakan pelemahan yang terjadi lebih disebabkan oleh sentimen sesaat.
"Kalau melihat perkembangan hari ini, memang terjadi pelemahan IHSG maupun Rupiah kita. Saya kira ini respon yang wajar, karena faktor stabilitas menjadi penting untuk para investor," ujarnya, Jumat (29/8/2025).
Dari sisi moneter, Bank Indonesia menegaskan akan terus menjaga stabilitas rupiah. Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin Gunawan Hutapea menekankan, bank sentral akan memastikan pergerakan kurs tetap sesuai fundamental.
"Bank Indonesia terus memperkuat respon kebijakan stabilisasi, termasuk intervensi NDF di pasar off-shore dan intervensi di pasar domestik melalui transaksi spot, DNDF, dan SBN di pasar sekunder. Seluruh instrumen moneter terus dioptimalkan, termasuk penguatan strategi operasi moneter pro-market," kata Erwin dalam keterangannya kepada CNBC Indonesia.'
Berikut tim riset CNBC Indonesia telah merangkum titik-titik terlemah rupiah di sepanjang tahun ini.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(evw/evw)