Sectoral Insight

Pernah Terjadi di RI, Apa Itu Bank Runs yang Kini Guncang AS?

Research - mae, CNBC Indonesia
28 March 2023 15:25
Customers line up outside of the Silicon Valley Bank headquarters, prior to it opening, in Santa Clara, California, U.S., March 13, 2023. REUTERS/Brittany Hosea-Small Foto: REUTERS/BRITTANY HOSEA-SMALL

Jakarta, CNBC Indonesia - Sektor perbankan Indonesia pernah diguncang oleh aksi bank runs atau penarikan dana besar-besaran oleh nasabah.

Bank runs bahkan hampir menumbangkan PT Bank Central Asia pada Krisis Moneter 1997/1998.

Iskandar Simorangkir dalam tulisannya Penyebab Bank Runs di Indonesia: Bad Luck atau Fundamental? menjelaskan bank runs sebagai peristiwa dimana banyak nasabah secara bersamaan menarik dana secara besar-besaran dan sesegera mungkin pada suatu bank karena nasabah tidak percaya bahwa bank mampu membayar dananya dalam jumlah penuh dan tepat waktu.

Bank runs dan krisis perbankan sudah terjadi sejak 1830an.

Sejarah Amerika Serikat (AS) mencatat jika bank runs dan krisis perbankan sudah pernah terjadi pada 1837, 1873, 1884, 1890, 1907 dan 1933.



Dana Moneter Internasional (IMF) juga mencatat terjadi 133 bank runs dan krisis yang sangat serius di sektor perbankan di 181 negara anggotanya pada periode 1980an hingga 1996.

Krisis perbankan terus berlanjut di AS dan puncaknya terjadi pada 2008/2009. Krisis perbankan yang menimpa Silicon Valley Bank (SVB) adalah kasus terakhir yang terjadi di AS.

Krisis juga bermula dari bank runs di mana ada penarikan dana sebesar US$ 42 miliar atau Rp 633,15 triliun dalam kurun waktu sekitar 10 jam.

Bank runs terbesar yang dicatat AS menimpa Washington Mutual Bank pada 2008 di mana penarikan dananya menembus US$ 16,7 miliar dalam 10 hari.

Bank runs juga beberapa kali terjadi di Indonesia. Bank runs terbesar salah satunya terjadi pada 1992 yang menyebabkan tumbangya Bank Summa.

Namun, tahun 1997/1998 akan dikenang sebagai sejarah terkelam dalam peristiwa terkait bank runs di Tanah Air.

Bank runs pada tahun tersebut sampai membuat 16 bank tutup. Bank runs atau juga dikenal rush money juga sempat membuat BCA oleng.

Pada tahun 1998, BCA menjadi Bank Take Over (BTO) dan disertakan dalam program rekapitalisasi dan restrukturisasi yang dilaksanakan oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).

Sementara itu, 16 bank yang ditutup adalah di antaranya adalah Astria Raya Bank, Anrico Bank Limited, Bank Andromeda, Bank Citra Hasta Dhana, Bank Dwipa Semesta, Bank Guna Internasional, Bank Harapan Sentosa, Bank Industri, Bank Jakarta, Bank Kosagrha Semesta, dan Bank Mataram Dhanarta.

Krisis Perbankan Bikin Boncos
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading