CFO Tempo Scan Bicara Milestone 2020 & Harapan Besar 2021

Profil - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
05 April 2021 16:52
CFO PT Tempo Scan Pacific Tbk. Liza Prasodjo

Jakarta, CNBC IndonesiaPT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) membukukan pertumbuhan laba bersih 42% (yoy) menjadi Rp 787,8 miliar dengan EBITDA meningkat 32,2% di 2020. Capaian laba bersih TSPC yang terbaik sepanjang sejarah ini disokong oleh tiga divisi utama, yaitu farmasi, konsumen dan kosmetik serta divisi distribusi.

Tak hanya itu, perseroan juga ambil bagian dalam program distribusi vaksin nasional dengan mengandalkan jaringan distribusi TSPC di seluruh wilayah tanah air.

"Vaksinasi sedang berkembang pesat. Tempo Scan sudah mempunyai kesepakatan dengan pihak Kemenkes (Kementerian Kesehatan), untuk vaksinasi dikoordinasi Kemenkes. Tempo Scan berkomitmen menyukseskan program vaksinasi ini dengan jaringan yang tersebar di seluruh Indonesia," kata CFO TSPC Liza Prasodjo dalam program Squawk Box, CNBC Indonesia, Senin (5/4/2021).

Seperti apa kinerja emiten ini di sepanjang tahun 2020 yang diwarnai pandemi Covid-19? Selengkapnya simak petikan wawancara selengkapnya:

Bagaimana Anda melihat kinerja perseroan di tahun 2020?
Pertama-tama, puji syukur kepada Tuhan, di tahun 2020, kita di awal tahun dikagetkan dengan pandemi Covid-19, tidak pernah disangka pelaku usaha sebelumnya. Namun, di 2020, kita jalani bulan demi bulan, sampai akhir tahun Tempo Scan berhasil melaluinya dengan berbagai macam dinamika. Hasil yang dicapai Tempo Scan selama pandemi, kita berhasil menghasilkan nilai yang cukup baik.

Apa milestone baru Tempo Scan di 2020?
Jadi di penutupan akhir 2020, milestone kita berhasil meningkatkan laba bersih sebesar 42,14%, pencapaian laba bersih terbaik sepanjang sejarah Tempo Scan, nilai EBITDA naik 32,2%. Dengan kenaikan laba bersih tersebut membentuk angka milestone yang baru, Rp 787 miliar, atau hampir Rp 800 miliar. EBITDA Rp 1,3 triliun dan marjin EBITDA 12,33%.

Business performance sales Tempo Scan seperti apa?
Tentunya, bottom line dicapai dengan angka penjualan. Penjualan ditopang tiga divisi utama. Pertama, farmasi, divisi yang memproduksi dan menjual produk farmasi dan consumer health. Kedua, divisi konsumen dan kosmetika, yang menjual produk personal care, homecare, baby care dan personal hygiene dan kosmetika. Kemudian, divisi distribusi menjalani proses penjualan kepada customer. Kita menghasilkan topline total angka penjualan, hanya mengalami penurunan sangat marjinal, hanya 0,23%. Sehingga, angka total penjualan Rp 10,9 triliun.


[Gambas:Youtube]

Ada penurunan di divisi kosmetik, apa penyebabnya?
Produk konsumen sebetulnya tumbuh, namun karena ada penurunan di divisi produk kosmetik, turun 40% men-drag total divisi itu 9,3%. Di masa PSBB, mayoritas kosmetika itu penjualannya melalui mall, ada pembatasan jam buka, otomatis penjualan terganggu dan berdampak langsung ke sektor kosmetik.

Produk mana yang mengalami peningkatan?
Produk multivitamin, kita punya dan personal hygiene. Ada orang sekarang lebih banyak cuci tangan, produk itu kita miliki. Dengan pandemi, itu juga jadi berkah, kenaikannya demand-nya signifikan.

Pencapaian laba bersih 2020?
Pencapaian laba usaha kita tumbuh 34,95%. Poin pencapaian disebabkan untuk biaya penjualan, kita melakukan efisiensi 19,25%. Penurunan terutama karena kita melakukan selektif dalam pemberian potongan penjualan dan promosi, kita semakin efektif dan lebih selektif lagi biaya yang kita salurkan ke pelanggan, tapi kita tidak mengurangi investasi iklan. Kita tetap spending iklan bahkan biaya iklan 2020 meningkat 15% untuk investasi brand building. Cost kedua, biaya umum dan admnisitrasi, kita mengubah working style kita, lebih banyak era digitalisasi, virtual itu ternyata efektif sekali dalam menjalankan cost efficiency.

Apa sudah cukup dengan regulasi atau insentif dari pemerintah saat ini?

Dalam hal finansial, kita juga mendapatkan penurunan tax rate dari bea masuk atau PPh badan. Itu sangat membantu dunia usaha saat ini.

Mengenai jaringan distribusi yang ada, masih adakah ruang ekspansi?
Distirbusi ada 46 lokasi cabang di seluruh Indonesia, jaringan kita penuhi semua, Tempo bisa akses ke level, 127 titik sales poin tersebar. Kita menginvestasikan membangun jaringan itu walau situasi pandemi. Selain capex di unit distribusi, kita juga investasi yang nilainya Rp 400 miliar membangun, meningkatkan kapasitas produksi. Saat ini ada sembilan pabrik di beberapa kota di Indonesia. Kita lebih perkuat lagi di situ.

Berapa capex di 2020 secara keseluruhan dan serapannya?
Kita setiap tahun berkomitmen melakukan inovasi dan investasi di Indonesia. On going ada proyek berjalan, 2021 akan lebih banyak lagi investasi capex.

Bagaimana keterlibatan Tempo Scan dalam program vaksinasi nasional?
Vaksinasi sedang berkembang pesat. Tempo Scan sudah mempunyai kesekapatan dengan pihak Kemenkes, untuk vaksinasi dikoordinasi Kemenkes. Tempo Scan berkomitmen menyukseskan program vaksinasi ini dengan jaringan yang tersebar di seluruh Indonesia. Tempo Scan akan mendistribusikan vaksin ini ke seluruh jaringan di Indonesia.

Harapan di 2021?
Dengan posisi fundamental keuangan yang cukup baik, di akhir 2020 itu, kita punya kas dan setara kas Rp 2,6 triliun, naik 17% dari tahun lalu. Net operating cycle di 2020, dengan masa pandemi bisa bertahan 57 hari, di masa pandemi yang penuh dengan tantangan, Tempo Scan berada dalam posisi net cash yang sehat. Diharapkan dengan fundamental ini, kita cukup mempunyai pijakan yang kuat melalui tantangan yang akan datang yang tidak mudah tentunya, Kita berkomitmen akan terus berinovasi dalam bisnis kita.


[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Artikel Terkait
Features
    spinner loading