Special Interview

Artificial Intelligence Itu Apa Sih? Robot?

Profil - Herdaru Purnomo, CNBC Indonesia
08 September 2019 09:45
Artificial Intelligence Itu Apa Sih? Robot? Foto: Nazim Machresa
Jakarta, CNBC Indonesia - Kecerdasan buatan atau bahasa canggihnya Artificial Intelligence (AI) kini sudah diterapkan di kehidupan sekarang, sadar atau tidak.

Contoh sederhana, Google Lens. Google Lens merupakan teknologi pengenalan gambar yang dikembangkan oleh Google, yang dirancang untuk memunculkan informasi yang relevan terkait objek yang diidentifikasi menggunakan analisis visual.

Seseorang bisa menggunakan Google Lens ini dengan mengambil gambar baru atau gambar yang sudah tersimpan di ponsel. Hanya tinggal memilih apps Google Lens untuk mengaktifkannya, gambar yang diambil atau sudah ada tadi langsung diteliti oleh Google Lens. Seperti merek atau nama sebuah barang.


Google Lens itu salah satu bentuk kecerdasan buatan yang menurut CEO Google Sundar Pichai cukup memberikan orang kemudahan.

Mengenal lebih jauh soal AI, CNBC Indonesia berkesempatan berbincang dengan Nazim Machresa. Nazim saat ini merupakan AI Services and Business Development dari Renom Infrastruktur Indonesia (GRID Inc.) yang merupakan perusahaan pengembangan AI yang bermarkas di Jepang.

Simak petikan wawancara dengan Nazim yang juga Wasekjen Inovator 4.0 di Jakarta, beberapa waktu lalu :

Apa sih kecerdasan buatan atau AI itu?

Banyak penafsiran harfiah dari terminologi Artificial Intelligence. CNBC Indonesia sendiri pernah memuat artikel yang menafsirkan AI sebagai simulasi kecerdasan manusia dalam mesin yang diprogram untuk berpikir seperti manusia dan meniru tindakannya.

Kalau dielaborasikan lagi, pemrograman untuk membuat simulasi kecerdasan manusia tersebut merupakan bagian dari computer science (ilmu komputer). Jadi bisa dibilang AI adalah science untuk membuat komputer dapat meniru cara berpikir dan bertindak seperti manusia.

Bagaimana perkembangan AI di dunia? Bisa jelaskan secara singkat dan seperti apa AI di Indonesia?

Key drivers perkembangan AI adalah big data dan computing power.

Seperti yang diketahui bahwa untuk dapat 'mengajari' komputer cara berpikir dan bertindak seperti manusia, diperlukan jumlah data yang luar biasa masif (Big Data). Terlebih saat ini komputer juga dapat diprogram untuk dapat mempelajari sendiri data yang diberikan atau disebut 'machine learning'. Dengan demikian semakin banyak data yang diberikan, secara otomatis semakin 'pintar' pula komputer tersebut.

Di era digital dan Internet of Things (IoT) seperti sekarang, di mana semua data dapat terdigitalisasi dan ter-capture dari manapun -bahkan secara real time- tentunya menjadikan AI berkembang sangat pesat diseluruh dunia.

Termasuk di Indonesia, di mana setidaknya setengah dari penduduk Indonesia sudah dapat mengakses internet. Namun tentunya di negara-negara maju yang internet access coverage-nya hampir 100%, perkembangan AI dapat lebih pesat karena semakin banyak (dan biasanya semakin rapi juga) data yang dapat di utilize untuk mengembangkan AI.

Perlu dipahami juga bahwa untuk dapat memproses jumlah data yang luar biasa masif tersebut diperlukan kapasitas komputer atau computing power yang mumpuni. Itulah kenapa AI semakin berkembang pesat disaat perkembangan teknologi menjadikan computing power ini semakin terjangkau. Ditambah lagi dengan berkembangnya teknologi komputasi awan (cloud computing). Computing power untuk mengolah big data dan membuat AI tidak lagi menjadi hal yang mahal.

Ketika hal-hal yang dibutuhkan untuk membuat AI tersebut semakin banyak tersedia dan terjangkau, maka bukan hanya negara maju atau perusahaan besar saja yang berpartisipasi. Di Indonesia sendiri mulai banyak starts up yang menggunakan AI untuk menunjang kegiatan bisnisnya atau bahkan menjadikan AI tersebut sebagai bisnis.

Artificial Intelligence Itu Apa Sih? Robot? Foto: Nazim Machresa


Contoh dari AI itu apa saja?

Karena AI belajar dari data, maka saya buat contohnya berdasarkan data yang digunakan untuk mengembangkan AI tersebut. Paling mudah mengkategorikan data menjadi 2: data yang berupa gambar (visual) dan data non-gambar (teks bahasa atau angka).

Contoh AI yang dapat dibuat dengan data visual misalnya AI untuk menganalisa dan mendeteksi objek dari gambar atau video. Anggap saja ini mengartifisialkan bagaimana mata manusia melihat dan mengenali objek.

Sedangkan contoh AI yang dapat dibuat dengan data non gambar, misalnya AI untuk membalas percakapan (mengartifisialkan manusia berbicara atau mengirim pesan) yang kita kenal sebagai chat/voice/speech bot, dan AI untuk membuat prediksi (mengartifisialkan cara manusia berpikir tentang suatu keadaan dimasa depan dengan menganalisa kondisi dari kurun waktu sebelumnya hingga saat ini).

Adakah aplikasi di ponsel yang telah menggunakan AI atau aplikasi AI itu sendiri?

AI diaplikasikan untuk menunjang aktivitas manusia termasuk aktivitas yang dilakukan di ponsel, umumnya dikenal berupa fitur. Dapat berupa fitur khusus yang ada di ponsel maupun berupa fitur dalam aplikasi lain.

Fitur personal assistant pada I-Phone (Siri) misalnya, menggunakan AI berupa NLP agar dapat memahami bahasa yang diucapkan oleh manusia sehingga dapat mendukung aktivitas penggunanya dalam mengoperasikan ponsel.

Lalu yang menjadi fitur pada aplikasi lain misalnya fitur rekomendasi produk pada aplikasi e-commerce. Rekomendasi yang diberikan dihasilkan dari data perilaku kita selama menggunakan aplikasi tersebut, dipelajari oleh sistem dan diolah menjadi rekomendasi.

Banyak yang menuliskan, AI bisa bikin pengangguran bertambah. Apa anda setuju? Seperti apa tanggapan Anda?

AI dikembangkan untuk menunjang pekerjaan manusia. Kalau dibilang dapat menggantikan sebagian pekerjaan yang saat ini masih dikerjakan oleh manusia, tentu benar. Justru dengan demikian sumber daya yang dimiliki dapat dialokasikan untuk pekerjaan-pekerjaan yang lebih bernilai dibanding sekedar pekerjaan yang repetitif dan klerikal.

Misalnya, jika pengaduan masalah yang sederhana pada customer service dapat ditangani oleh sistem secara otomatis, maka staff customer service yang tersedia dapat lebih cepat dan lebih fokus menangani pengaduan pada masalah yang lebih kompleks.

Selain itu, AI bukan hanya diimplementasikan untuk mengotomasi proses tertentu, teknologi ini membuat banyak sekali peluang dapat dieksplorasi yang tentunya juga menciptakan pekerjaan-pekerjaan baru yang mungkin saat ini pun belum terpikirkan oleh kita. Misalnya, dulu belum ada atau tidak umum dikenal profesi seperti data scientist, business intelligence, scrum master, dan lain-lain yang baru muncul ketika perkembangan teknologi menciptakan peluang baru.

Mau belajar AI harus bagaimana, apa step-stepnya?

Kalau tertarik dengan AI secara teknikal atau ingin menjadi AI engineer bisa dimulai dari mempelajari data science. Sekarang banyak tersedia online course yang interaktif untuk mempelajari data science dari basic, bahkan banyak yang gratis. Setelah cukup memahami ilmu dan prakteknya, mulai ciptakan portofolio dengan bereksperimen pada suatu data set lalu posting hasilnya di open source platform yang memungkinkan hasil kerja kalian ditanggapi oleh komunitas data science seperti GitHub, atau mengikuti kompetisi pada Kaggle.

Kalau sudah ada portfolio akan lebih mudah mendapatkan kesempatan untuk terjun langsung ke perusahaan, misalnya memulai magang sebagai data science. Then, welcome to the jungle

Adakah kendala dalam penerapan AI di Indonesia?

Kendala yang utama kembali pada key drivernya: data. Di Indonesia, masih banyak kita lihat proses bisnis yang dilakukan secara manual di luar sistem sehingga perlu effort lagi untuk memindahkannya menjadi data digital yang dapat diutilisasi menjadi AI. Data culture juga belum menjadi budaya yang umum, jadi masih banyak PR untuk pengelolaan Big Data di Indonesia.

Selain itu, mindset inovasi juga berpengaruh. Jika banyak yang berpikir bahwa tenaga kerja di Indonesia terbilang murah sehingga untuk apa berinvestasi pada teknologi yang (dikira hanya dapat) mengotomasi pekerjaan manusia, maka tentunya akan berpengaruh pada gairah inovasi AI.

Bisa dijelaskan secara singkat, AI apa yang menurut anda paling maju saat ini dan apakah mampu diterapkan di Indonesia?

Well, kalau harus memilih maka menurut saya adalah AI yang dapat menciptakan strategi bahkan mengalahkan strategi yang dibuat manusia. Contoh yang terkenal seperti IBM Deep Blue yang mengalahkan pecatur dunia, juga ada Google Deep Mind untuk permainan Go-nya, bahkan sudah ada AI yang menyaingi kreatifitas manusia dalam hal seni dengan menciptakan lukisan. Padahal sebelumnya saya pikir pekerjaan ter-'aman' dari pesatnya teknologi adalah seniman

Apakah AI tersebut mampu diterapkan di Indonesia, kenapa tidak?




(gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading