Era Phygital & Masa Depan UMKM RI di Tengah Dominasi Social Commerce

Dr. Anthony Leong CNBC Indonesia
Kamis, 26/02/2026 17:18 WIB
Dr. Anthony Leong
Dr. Anthony Leong
Dr. Anthony Leong merupakan pengusaha muda yang aktif berkiprah di dunia bisnis dan organisasi, dengan fokus utama pada sektor digital, tekn... Selengkapnya
Foto: Ilustrasi e-commerce. (Aristya Rahadian Krisabella/CNBC Indonesia)

Transformasi industri digital Indonesia memasuki fase baru yang tidak lagi sebatas e-commerce, melainkan bergerak menuju era phygital, perpaduan antara physical dan digital dalam aktivitas ekonomi. Model ini mengintegrasikan pengalaman belanja offline dengan kekuatan distribusi, promosi, serta transaksi berbasis platform digital.

Dalam konteks Indonesia, dinamika tersebut semakin nyata melalui pertumbuhan marketplace seperti Shopee dan ekspansi social commerce melalui TikTok dengan fitur TikTok Shop serta program afiliasi kreator yang mendorong pertumbuhan penjualan UMKM secara signifikan.


Indonesia merupakan salah satu pasar ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara dengan nilai yang telah melampaui US$ 80 miliar dan terus menunjukkan pertumbuhan dua digit. Sektor e-commerce menjadi kontributor utama, didukung lebih dari 200 juta pengguna internet serta penetrasi media sosial yang tinggi. Pola konsumsi masyarakat semakin terdigitalisasi, dari proses pencarian produk hingga transaksi yang sepenuhnya berlangsung dalam satu ekosistem aplikasi.

Bagi UMKM, perkembangan ini membuka peluang ekspansi yang luas. Lebih dari 60 persen UMKM telah terhubung ke platform digital. Shopee menyediakan akses distribusi nasional dengan fitur promosi terintegrasi yang meningkatkan trafik dan konversi.

Di sisi lain, TikTok menghadirkan model live shopping yang memungkinkan interaksi real-time antara penjual dan pembeli, menciptakan pengalaman belanja yang interaktif sekaligus persuasif. Social commerce mengubah pola pemasaran dari berbasis iklan menjadi berbasis komunitas dan autentisitas kreator.

Fenomena ini memperluas konsep phygital. Pembelian hotel, tiket perjalanan, hingga layanan jasa kini banyak terjadi melalui media sosial. Konsumen dapat melihat ulasan dalam bentuk video singkat, mengikuti sesi live, lalu menyelesaikan pembayaran tanpa berpindah aplikasi. Media sosial bertransformasi menjadi etalase, ruang promosi, sekaligus kasir digital dalam satu sistem terpadu.

Dalam ekosistem ini, peran agensi kreator menjadi signifikan. Salah satu contohnya adalah Haluan Digital Agency yang berhasil meraih dua penghargaan pada Shopee Super Awards 2025 sebagai Top Shopee MCN Partner dan Top MCN Award Campaign 12.12. Pengakuan tersebut mencerminkan performa kampanye berbasis kreator yang mampu mendorong transaksi dalam skala besar di marketplace.

Selain itu, $ Haluan Digital Agency$ juga meraih Rising Star MCN Award dan saat ini mengelola lebih dari 7.000 kreator aktif di Indonesia. Dengan capaian Gross Merchandise Value yang dilaporkan mencapai ratusan miliar rupiah per bulan, model kolaborasi antara UMKM, kreator, dan agensi menunjukkan bagaimana social commerce telah menjadi mesin pertumbuhan baru dalam ekonomi digital nasional.

Di balik peluang tersebut, terdapat tantangan struktural yang perlu diantisipasi. Ketergantungan pada algoritma platform dapat memengaruhi visibilitas produk secara drastis. Persaingan harga yang ketat di marketplace berpotensi menekan margin keuntungan UMKM. Dominasi platform global juga menimbulkan pertanyaan mengenai keberlanjutan ekosistem lokal dan tata kelola data.

Sektor phygital menuntut peningkatan kapasitas sumber daya manusia. UMKM tidak cukup hanya memahami produksi, tetapi juga harus menguasai storytelling digital, analitik data, manajemen iklan, serta strategi omnichannel. Toko fisik kini menjadi pusat pengalaman yang memperkuat kepercayaan konsumen, sementara transaksi dan distribusi berlangsung secara digital melalui sistem pembayaran dan logistik yang terintegrasi.

Perubahan ini membentuk perilaku belanja baru yang semakin dipengaruhi rekomendasi komunitas dan social proof. Kepercayaan beralih dari iklan tradisional menuju figur kreator yang dianggap autentik. Marketplace seperti Shopee berperan sebagai kanal distribusi berbasis kebutuhan, sementara TikTok Shop memperkuat dimensi inspirasi dan interaksi. Kombinasi keduanya menciptakan ekosistem yang saling melengkapi dalam mendorong transformasi UMKM Indonesia.

Era phygital merupakan evolusi struktural dalam ekonomi modern. Dengan penetrasi digital yang tinggi dan populasi digital-native yang besar, Indonesia memiliki peluang strategis menjadi pusat pertumbuhan social commerce di Asia Tenggara. Keberhasilan jangka panjang akan ditentukan oleh kemampuan UMKM beradaptasi, meningkatkan literasi digital, serta membangun merek yang kuat di tengah dinamika algoritma dan persaingan global.


(miq/miq) Add as a preferred
source on Google