Achmad Sugiarto
Achmad Sugiarto

Satyalencana Wirakarya Presiden RI 2016, APICTA-ASEAN-Indonesia ICT Awards, Role Model Corporate Culture Telkom Group 2017, Penulis buku Synergy Way of Disruption (Gramedia) 2018, Harvard Business School Executive Program 2019, Chief Strategy Officer - Direktur Strategic Portfolio Telkom 2019-2020, Advisor beberapa startup teknologi dan digital 2021. Saat ini sebagai Chief Strategy and Technology Kalla Group.

Profil Selengkapnya

Selamat Datang Avatar Indonesia

Opini - Achmad Sugiarto, CNBC Indonesia
15 February 2022 13:30
FILE - Kelly Taylor tries out a metaverse virtual shopping experience at the LOTTE Data Communication booth during the CES tech show Wednesday, Jan. 5, 2022, in Las Vegas. The thousands of people who gathered in Las Vegas for this week's CES gadget show were a fraction of the usual crowd for the influential tech conference, the event's organizer said Friday, Jan. 7. The Consumer Technology Association said on the show's closing day that more than 40,000 people attended the multi-day event on the Las Vegas Strip. (AP Photo/Joe Buglewicz, File)

Jakarta, CNBC Indonesia - Beruntung sekali dalam seminggu terakhir bisa sepanggung dengan sahabat-sahabat dari AWS Indonesia, Meta Indonesia, Microsoft Indonesia, juga teman WIR Group.

Minggu lalu kami banyak bicara, soal "The World, Now and Future: What should we anticipate?" diawali dari 70 Tahun Kalla Group tahun 2022 program Aktif Bersama Maju Bersama, khususnya melihat dunia digital 2045, dimana kami berkeinginan kuat membantu menggerakkan inovasi masyarakat, menyiapkan mereka, bersama AWS kita berpikir banyak soal EDU Project harus bisa menjadi bagian dalam mengakselerasi inovasi masyarakat Indonesia.

Hari ini, juga tidak kalah menarik, bersama WIR Group, Meta dan Microsoft, menggelar "Metaverse East Indonesian Cities. What is Metaverse? And How East Indonesia Cities Can Lead and Benefit from IT?"

Semua nara sumber menyampaikan pandangannya, menurut saya bagus sekali, banyak belajar dari semua nara sumber, saya sendiri menyampaikan Mapping The Metaverse, MEI (Meta East Indonesian) Project, hingga 5 hal penting dalam memasuki dunia Metaverse.

Pandangan saya, Metaverse tinggal menunggu waktu saja, 5 - 10 tahun ke depan akan mulai dirasakan perubahan yang terjadi. Metaverse boleh dikatakan mirip seperti sebuah kehidupan virtual, 9 elemen yang akan sangat mempengaruhi Metaverse, yaitu everyday, persistent, reactive, interoperable, creative, user defined, decentralized, limitless, social, yah mirip kehidupan fisik, there will be no clean before and after Metaverse.

Dalam MEI Project, saya juga berpandangan, melemparkan gagasan Aktif Bersama Maju Bersama dalam Meta Lives, Meta Business, Meta Space dan Meta Societies, berpotensi besar dalam membesarkan ekosistem yang ada di Indonesia Timur, dan Indonesia.

Bahkan, mungkin dalam waktu dekat ini, prediksi saya, juga akan muncul multi platform media, yang akan menjadi playground dalam mengedukasi digital world kepada masyarakat, akan menambah hype percepatan informasi kepada masyarakat, ditambah dengan makin populernya dan kapitalisasi yang makin besar dari fenomena cryptocurrency di dunia.

Di tengah-tengah kita membicarakan Indonesia Emas, saya jadi semakin yakin 23 tahun kedepan, waktu yang memang sangat pendek, ramalan saya Indonesia Emas akan menarik dan dipenuhi dengan Avatar Indonesia dan uang digital, datangnya dari hasil inovasi-inovasi anak bangsa saat ini, Gen-Z dan Gen-Y, ya salah satunya Sea of Opportunities dari Metaverse, dari sebuah gerakan kolaborasi Aktif Bersama Maju Bersama, untuk Indonesia.


(dru)
Opini Terpopuler
    spinner loading
Artikel Terkait
Opinion Makers
    z
    spinner loading
Features
    spinner loading