Achmad Sugiarto
Achmad Sugiarto

Satyalencana Wirakarya Presiden RI 2016, APICTA-ASEAN-Indonesia ICT Awards, Role Model Corporate Culture Telkom Group 2017, Penulis buku Synergy Way of Disruption (Gramedia) 2018, Harvard Business School Executive Program 2019, Chief Strategy Officer - Direktur Strategic Portfolio Telkom 2019-2020, Advisor beberapa startup teknologi dan digital 2021.

Profil Selengkapnya

Sumpah Pemuda 2021 dan Rebel Leadership

Opini - Achmad Sugiarto, CNBC Indonesia
28 October 2021 08:30
achmad sugiarto (Ist)

Belakangan ini, pada setiap kesempatan narasumber, bahkan pada segmen industri yang berbeda sekalipun, selalu saya mengedepankan betapa pentingnya sebuah gerakan inovasi, sebagai cinta tanah air, bangga buatan indonesia, melahirkan dan membesarkan inovasi lokal, sebagai sebuah keharusan untuk dapat meraih hasil maksimal di depan mata kita, Indonesia Emas 2045.

A Game Plan For Game Changer, tentu sebuah impactful objective, yang memang harus dipikirkan dan direncanakan oleh siapapun, lalu menghitung mundur, menata, dan memastikan sesuatu yang sustainable dan sangat terukur, "Problem cannot be solved at the same level of awareness that created them" (Albert Einstein).

Nah, lalu apa kaitan dengan Sumpah Pemuda, ya saya menjadi teringat hari Sumpah Pemuda, buat saya betapa pentingnya sebuah harapan hari sakral tersebut dikaitkan dengan kesadaran sebuah gerakkan inovasi sebagai sebuah sumpah kapabilitas dan kreatifitas, adalah salah satu yang perlu dikedepankan, dalam penciptaan dan pemilihan pemimpin, baik korporasi dan sebagainya, apapun itu.


Akhir 2019, beruntung mendapat beberapa buku bagus di Harvard Business School, salah satunya "Rebel Talent" karya Francesca Gino, seorang behavioral scientist dan Professor Harvard Business School, dimana saat itu sebagai Faculty Co-Chair program, beruntung saya mendapat materi-materi kekinian yang menarik di sana.

Saya sedikit ingin berbagi, sudah pasti pada awalnya istilah "rebel" memiliki reputasi yang buruk, dianggap pembuat masalah, tidak setuju ketika semua orang setuju, dan sebagainya, namun Gino mengatakan, sebenarnya mereka adalah diantara kita yang berpotensi mengubah dunia menjadi lebih baik dengan pandangan mereka yang tidak biasa, mereka adalah ahli inovasi dan mereka memiliki banyak hal yang bisa kita ambil manfaatnya.

Gino telah mengidentifikasi pemimpin dan karyawan yang mempersonifikasikan rebel talent, dimana teladannya dapat kita pelajari untuk diterima dan bermanfaat.

Dalam bukunya Gino menyebutkan, Becoming A Rebel Leader, Blackbeard, "Flatness", dan 8 Principles dari Rebel Leadership, yaitu:
1. Seek Out The New
2. Encourage Constructive Dissent
3. Open Conversations, Don't Close Them
4. Reveal Yourself - And Reflect
5. Learn Everything - Then Forget Everything
6. Find Freedom in Constrains
7. Lead From The Trenches
8. Foster Happy Accidents

Saat ini kita hidup di zaman digital disrupsi dan pandemi Covid-19 telah merubah segalanya, inovasi perlu digalakkan disegala bidang.

Dalam artikel saya sebelumnya, CNBC Indonesia 4 Oktober 2021 yaitu "Pertarungan Digital Menuju Indonesia Emas 2045", ada 3 (tiga) Arena yang perlu didetailkan, semua terkait inovasi, karena anda tidak dapat melakukan hal-hal besar jika anda puas dengan melakukan hal-hal yang sedikit lebih baik dari pada orang lain.

Dan, ini penting, semua sama baik antara Milenial atau non milenial, yang utama adalah "kecepatan, kapabilitas dan kreatifitas". Selamat Sumpah Pemuda 2021, salam inovasi menghasilkan sesuatu yang berdampak besar 2045!

(dru)
Opini Terpopuler
    spinner loading
Artikel Terkait
Opinion Makers
    z
    spinner loading
Features
    spinner loading