6 Photos
Antisipasi Demo Ricuh, Prancis Kerahkan 70.000 Aparat
Prancis mengerahkan 70.000 personel polisi dan gendarmerie di seluruh negeri, Sabtu (7/11) untuk mengantisipasi gelombang demonstrasi.
Prancis mengerahkan 70.000 personel polisi dan gendarmerie di seluruh negeri pada Sabtu, (7/11/2026), untuk mengantisipasi gelombang demonstrasi baru yang dikhawatirkan berujung pada kekerasan, pemblokiran akses, dan perusakan fasilitas umum. (REUTERS/Stephanie Lecocq)
Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez mengumumkan langkah pengamanan tersebut dalam konferensi pers pada Jumat. Keterangan itu dimuat dalam pernyataan kementerian yang dipublikasikan pada Sabtu ini. (REUTERS/Stephanie Lecocq)
Mengutip Reuters, Kementerian Dalam Negeri menyebut banyak seruan demonstrasi diorganisasi tanpa kepemimpinan resmi maupun pengawasan serikat pekerja. Sebagian seruan tersebut juga disertai ajakan melakukan kekerasan dan mengganggu ketertiban yang beredar di media sosial. (REUTERS/Stephanie Lecocq)
Pemerintah telah mengeluarkan larangan demonstrasi di sejumlah pusat kota. Sementara itu, penyelenggara aksi yang telah mengantongi izin diminta mengikuti rute alternatif. (REUTERS/Stephanie Lecocq)
Operasi pengamanan melibatkan 110 unit pasukan bergerak, 25 kendaraan lapis baja Centaur, meriam air, helikopter, dan pesawat nirawak. Polisi juga akan melakukan pemeriksaan di jalan raya, jalur kereta, dan stasiun untuk menyita benda-benda berbahaya yang berpotensi digunakan sebagai senjata. (REUTERS/Stephanie Lecocq)
Menurut Reuters, sejumlah aksi direncanakan berlangsung di berbagai wilayah Prancis. Di Paris, kelompok mahasiswa dan serikat pekerja berencana menggelar demonstrasi dari Place de la République menuju Place de la Nation. (REUTERS/Stephanie Lecocq)