Profesor Asal Korea Datang & Lihat Kondisi IKN, Responsnya Tak Terduga

Fergi Nadira, CNBC Indonesia
Minggu, 08/11/2026 10:15 WIB
Foto: ​Prof. ChunHo Yeom (International School of Urban Sciences, University of Seoul). (Tangkapan layar instagram @ikn_id)

Jakarta, CNBC Indonesia - Profesor International School of Urban Sciences, University of Seoul, ChunHo Yeom menilai Nusantara memiliki keindahan alam yang menjadi daya tarik tersendiri, meski pembangunannya sebagai kota pintar atau smart city masih dalam proses. Ia pun mengaku terkesan dengan konsep pembangunan Nusantara yang menyatu dengan alam.

"Nusantara itu indah. Salah satu hal yang saya rasakan pertama kali datang ke Nusantara adalah karena kota ini dibangun bersama dengan alam yang indah. Saya merasa ini lebih indah daripada kota mana pun di dunia," ujar Yeom dalam video yang diunggah akun Instagram resmi @ikn.id, dikutip Minggu (8/11/2026).

Meski memberikan pujian, Yeom menilai IKN belum sepenuhnya memenuhi konsep kota pintar. Menurutnya, Nusantara masih berada dalam tahap pengembangan untuk menjadi smart city yang lebih matang.


"Saya menganggap Nusantara sebagai smart city. Tentu saja ini belum menjadi smart city yang sepenuhnya selesai, tetapi saya pikir saat ini sedang dalam proses menuju menjadi kota pintar," jelasnya.

Ia mengatakan, berbagai pihak, termasuk Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), terus berupaya mewujudkan konsep tersebut. Korea Selatan juga turut terlibat dalam kerja sama pengembangan kota pintar di Nusantara.

"Untuk menjadi smart city, banyak pihak termasuk OIKN saat ini terus mengerahkan upaya, dan Korea juga sama. Kami bekerja sama untuk menjadikan Nusantara sebagai bentuk smart city yang lebih sempurna dan kami sedang mengupayakannya," katanya.

Yeom menjelaskan, ada dua faktor utama yang membedakan kota pintar dengan kota pada umumnya, yakni data dan konektivitas. Menurutnya, informasi menjadi elemen penting dalam pengelolaan sebuah kota pintar. Data yang diperoleh, kata ia, harus dapat dianalisis, diolah, dan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.

Pembangunan Ibu Kota Nusantara Tahap II. (Humas Otorita IKN) Foto: (Humas Otorita IKN)

"Salah satu hal terbesar yang membedakan smart city dari kota biasa pada akhirnya adalah informasi. Informasi tersebut harus diperoleh, dianalisis, diproses, dan dimanfaatkan agar bisa dibagikan kepada masyarakat dan penduduk setempat," tuturnya.

Selain teknologi, Yeom menekankan pentingnya sumber daya manusia dan pengambilan keputusan strategis dalam pembangunan Nusantara. Ia menilai pembangunan IKN memiliki tantangan tersendiri karena berbeda dengan pengembangan kota pintar di wilayah perkotaan yang sudah terbentuk sebelumnya.

"Karakteristik Nusantara adalah ini bukan mengubah kota yang sudah ada menjadi smart city, melainkan membangun kota baru dari tempat yang sebelumnya tidak ada apa-apa, sehingga dalam situasinya banyak keputusan yang harus dibuat," jelasnya.

Oleh karena itu, ia menilai OIKN perlu melibatkan orang-orang yang tepat untuk merumuskan strategi pembangunan agar dapat meminimalkan kesalahan dan kegagalan.

"Kita harus membentuk tim dengan baik, orang-orang yang baik untuk dapat membuat keputusan strategis yang baik juga," ujarnya.

Yeom menambahkan, keputusan yang tepat sejak tahap pembangunan menjadi salah satu kunci agar Nusantara dapat berkembang menjadi kota pintar berkelas dunia.

"Berpusat pada OIKN, orang-orang yang tepat harus membuat keputusan yang tepat dan strategi yang baik agar bisa mengurangi kesalahan dan kegagalan. Saya pikir ini adalah strategi yang baik untuk menuju smart city," ujarnya.


(wur/wur)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Presiden Korsel Bidik Investasi Besar-Besaran di Sektor AI