RI Siaga Cuaca Buruk Lokal-Awas Petir, Simak Peringatan Terbaru BMKG

Damiana, CNBC Indonesia
Jumat, 06/11/2026 12:45 WIB
Foto: (Dok. BMKG)
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan potensi hujan untuk periode sepekan, 6-12 November 2026. BMKG mengingatkan potensi hujan di tengah El Nino yang masih berlangsung dengan intensitas sangat kuat. Ditambah Indian Ocean Dipole (IOD) positif.

Kedua fenomena ini memicu kondisi musim kemarau yang semakin panas, kering, dan minimnya pembentukan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia. Hasil monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) BMKG, sebanyak 543 titik pengamatan mengalami kategori sangat panjang hingga ekstrem panjang. Artinya, kondisi kering masih berlangsung di sejumlah wilayah, meski hujan signifikan telah terjadi di wilayah lainnya.

BMKG mengingatkan, kondisi kering tersebut perlu jadi perhatian terkait potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hasil pemantauan satelit menunjukkan titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi paling banyak terdeteksi di Papua Selatan sebanyak 615 titik, diikuti Kalimantan Tengah (255 titik) dan Kalimantan Timur (223 titik).


"Meski demikian, dinamika atmosfer regional dan lokal masih dapat mendukung pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia. Interaksi berbagai faktor tersebut menyebabkan potensi hujan signifikan tetap perlu diantisipasi selama sepekan ke depan, bersamaan dengan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah yang masih mengalami kondisi kering," tulis BMKG dalam keterangan resmi, Jumat (6/11/2026).

Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) diprakirakan berada pada fase 2 hingga fase 3 atau di sekitar Samudra Hindia, dengan aktivitas MJO secara spasial diprakirakan aktif di Kalimantan bagian selatan, Sulawesi bagian tengah hingga selatan, Maluku, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.

Sementara, gelombang ekuatorial Rossby diprakirakan aktif di sebagian Sumatra bagian utara hingga tengah dan Maluku Utara, sedangkan gelombang Kelvin berpotensi aktif di Sumatra bagian utara hingga tengah, Kalimantan bagian utara hingga tengah, Sulawesi bagian utara, dan Maluku Utara. Aktivitas gelombang tersebut, disertai pola perlambatan dan pertemuan angin (konvergensi) di sejumlah wilayah, dapat mendukung pertumbuhan awan hujan, terutama dengan dukungan kelembapan udara yang tinggi dan kondisi atmosfer yang labil.

Dengan kondisi tersebut, BMKG memprediksi curah hujan pada Dasarian I-II November 2026 di sebagian besar wilayah Indonesia kategori rendah hingga menengah (0-150 mm/dasarian).

"Namun, potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang masih dapat terjadi di sejumlah wilayah, sementara daerah dengan curah hujan terbatas tetap perlu mengantisipasi potensi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan," tulis BMKG.

"El Nino sangat kuat dan IOD positif masih mendukung kondisi kering, namun dinamika atmosfer regional tetap berpotensi memicu hujan sedang hingga lebat secara lokal," tambah BMKG, dikutip dari akun Instagram resmi.

Peringatan Dini Hujan Sepekan

Periode 6-8 November 2026

Cuaca di Indonesia umumnya didominasi kondisi hujan dengan intensitas ringan.

Namun, perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Aceh Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kep. Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kep. Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.

Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi di:

  • Siaga (hujan lebat): Aceh, Jawa Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua
  • Angin Kencang: Lampung, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan.

Periode 9-12 November 2026

Cuaca di Indonesia umumnya didominasi kondisi hujan dengan intensitas ringan.

Namun perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Riau, Kep. Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.

Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi di:

  • Awas (hujan sangat lebat - ekstrem): Sumatra Utara
  • Siaga (hujan lebat): Aceh dan Sumatra Barat
  • Angin Kencang: Papua Selatan.

"Masyarakat diimbau untuk terus mengantisipasi dampak cuaca panas dan kondisi udara yang lebih kering seiring musim kemarau yang masih berlangsung. Penggunaan tabir surya diperlukan guna mengurangi paparan langsung sinar matahari. Masyarakat juga diimbau untuk menjaga kecukupan cairan tubuh terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari, agar terhindar dari dehidrasi dan kelelahan," demikian imbauan BMKG.

Tak hanya itu, masyarakat dan pemerintah daerah diimbau untuk menghemat penggunaan air serta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat diminta tidak membakar sampah atau membuka lahan secara sembarangan, terutama di kawasan yang mudah terbakar seperti lahan gambut, semak belukar, dan hutan, serta segera melaporkan jika menemukan indikasi titik api.

"Meskipun musim kemarau masih dominan, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi secara lokal," ujar BMKG.

"Karena itu, masyarakat dan para pemangku kepentingan perlu tetap mewaspadai potensi genangan, longsoran material, dan sambaran petir yang berpotensi mengikuti," tegas BMKG.


(dce/dce)
Saksikan video di bawah ini:

Video: El Nino Menguat, Indonesia Masuk Negara Paling Terdampak