MARKET DATA

PLN dan Bappisus Adakan Pertemuan, Ini yang Dibahas

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
05 November 2026 14:21
Ilustrasi Gedung Kantor PLN Pusat di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, PLN menorehkan prestasi gemilang dengan masuk ke jajaran 500 perusahaan global versi Fortune. (Dok. PT PLN (Persero))
Foto: Ilustrasi Gedung Kantor PLN Pusat di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, PLN menorehkan prestasi gemilang dengan masuk ke jajaran 500 perusahaan global versi Fortune. (Dok. PT PLN (Persero))

Jakarta, CNBC Indonesia - PT PLN (Persero) bertemu dengan Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) yang berlangsung di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Kamis (5/11/2026). Pertemuan tersebut membahas evaluasi kinerja operasional, pengawasan proyek, hingga penguatan keandalan pasokan listrik nasional dari hulu ke hilir.

Kepala Bappisus Aris Marsudiyanto menjelaskan bahwa pertemuan internal tersebut mendiskusikan distribusi bahan baku pembangkit listrik, mekanisme sistem, tenaga kerja, hingga pelayanan listrik agar masyarakat tidak mengalami gangguan pasokan.

Pihaknya mengungkapkan siap untuk berkolaborasi dengan PLN dan kementerian/lembaga lainnya dalam menjaga keandalan listrik nasional.

"Kita berdiskusi, ya kita evaluasi bagaimana supaya PLN ke depan lebih bagus ya. Baik dari distribusi ya untuk raw material, sistem-sistem mekanismenya, sumber daya manusianya ya, sampai apa yang bisa dirasakan masyarakat ya, itu tidak terganggu ya," kata Aris usai acara, di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Pihaknya mendorong PLN untuk menekan gangguan pemadaman hingga mencapai target nol pemadaman. Selain itu, pertemuan tersebut juga membahas rencana penambahan kapasitas listrik dari posisi saat ini 71 Giga Watt (GW) menjadi 81 GW dalam waktu 10 tahun ke depan, serta pengkajian potensi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

"Target konkretnya tentunya ya PLN bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat, rakyat ya seminimal mungkin, syukur-syukur tidak ada, zero pemadaman ya seperti itu. Kemudian bisa memberikan kontribusi kepada pihak-pihak yang memang memerlukan subsidi ya, listrik murah, dan kita evaluasi bagaimana ke depan PLN juga akan growing ya, yang saat ini kalau tidak salah baru 71 GW Pak ya, akan bisa kita tambah lagi menjadi 81 GW dalam waktu 10 tahun," ujarnya.

Dari sisi pengawasan, pihaknya mengawal perencanaan dan pengelolaan anggaran guna mencegah kebocoran dana dengan melibatkan aparat penegak hukum seperti Kejaksaan, Kepolisian, KPK, hingga Ombudsman.

"Oh ya, jadi kami Bapissus selalu mengawal ya setiap program pemerintah ya baik dari segi perencanaannya, implementasinya, termasuk biayanya, bagaimana pengelolaan anggarannya ya, jangan sampai banyak kebocoran di situ ya," tambahnya.

Di sisi lain, Direktur Utama PLN Suroso Isnandar menegaskan perusahaan bekerja keras meningkatkan pelayanan serta mengkoordinasikan pasokan energi primer batu bara dan LNG bersama kementerian terkait. Langkah tersebut dilakukan agar ketersediaan energi primer tetap mencukupi kebutuhan nasional.

"Kami koordinasikan dengan seluruh kementerian terkait sehingga pasokan energi primer akan mencukupi dan akan terus cukup kedepannya. Kita tidak perlu khawatir, tentu akan ada tantangan dan itulah yang kami diskusikan bersama atas bimbingan dan arahan Bapak Kepala Bapissus," ujar Suroso dalam kesempatan yang sama.

Perusahaan juga mengawal program pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp yang ditargetkan oleh pemerintah. Pembangunan PLTS tersebut ditujukan untuk menjaga keberlanjutan pasokan sekaligus menekan biaya produksi listrik secara jangka panjang.

"Bapak Presiden telah mempunyai program yang luar biasa yaitu kita akan membangun PLTS 100 Gigawatt peak yang in the long run akan dapat menjaga sustainability pasokan dan harapannya bisa menekan biaya produksi listrik," katanya.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Jaga Keandalan, PLN Tambah Pembangkit Diesel 50 MW di Sigi Sulteng


Most Popular
Features