Anak Buah Teledor Tewaskan 69 Orang, Menteri Pilih Mengundurkan Diri
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Transportasi Spanyol Oscar Puente resmi mengajukan pengunduran dirinya pada hari Selasa. Langkah drastis ini diambil menyusul tabrakan kereta api mematikan yang menewaskan 69 orang pada pekan lalu.
Mengutip Arab News, Rabu (4/11/2026), insiden tersebut tercatat sebagai salah satu bencana kereta api terburuk di Eropa abad ini. Puente juga mengumumkan penarikan dirinya dari pencalonan pemilihan umum yang akan digelar pada 29 November mendatang.
Kecelakaan mematikan ini semakin membayangi kampanye pemilu di Spanyol saat ini. Perdana Menteri Sosialis Pedro Sanchez bahkan dilaporkan kian tertinggal dalam berbagai jajak pendapat.
"Saya ingin memberi tahu Anda bahwa saya tidak hanya mengundurkan diri dari posisi saya sebagai Menteri Transportasi, tetapi saya juga menarik nama saya dari daftar untuk pemilihan legislatif awal pada 29 November," ungkapnya.
Insiden tragis ini terjadi saat kereta milik negara Renfe menabrak bagian belakang kereta swasta Iryo yang sedang berhenti. Tabrakan itu terjadi pada hari Rabu di luar desa Urda, sekitar 130 kilometer di selatan Madrid.
Kegagalan sistem keamanan otomatis sebenarnya telah menghentikan seluruh layanan kereta di jalur sepanjang 63 kilometer. Namun, operator pusat kendali secara fatal tetap memberikan izin kepada layanan Renfe untuk melanjutkan perjalanannya.
Pihak oposisi sayap kanan dan serikat pekerja langsung melontarkan kritik tajam kepada Puente yang sempat menolak untuk mundur. Ia sebelumnya dikecam lantaran seolah melimpahkan seluruh kesalahan bencana tersebut pada satu operator pusat kendali saja.
Beberapa jam sebelum mundur, Puente sempat menjanjikan pembuatan agen kecerdasan buatan (AI) untuk mengawasi sistem lalu lintas kereta. Ia juga mewajibkan adanya konfirmasi dari operator kedua jika sistem keamanan otomatis sedang mati.
"Pemerintah akan bekerja tanpa lelah untuk mencapai dan mendapatkan kembali kepercayaan publik terhadap kereta api berkecepatan tinggi."
Di sisi lain, serikat masinis kereta api Semaf diketahui telah menyerukan aksi mogok kerja pada tanggal 10 dan 12 November. Mereka secara tegas mengecam memburuknya kondisi kerja serta penggunaan sistem perkeretaapian yang terus menurun kualitasnya.
Kurangnya investasi perawatan ini disorot sejak liberalisasi jaringan kereta api Spanyol pada 2021 yang mengakhiri monopoli puluhan tahun Renfe. Menjawab keluhan itu, Puente sempat berjanji akan mereformasi kondisi kerja operator, termasuk waktu istirahat dan pemantauan tingkat kelelahan.
Pemerintah juga mengumumkan paket bantuan senilai 30 juta euro (Rp 603 miliar). Dana tersebut ditujukan bagi keluarga korban tewas dan puluhan orang yang terluka dalam kecelakaan pekan lalu.
Tragedi ini menambah daftar panjang masalah keamanan perkeretaapian di Spanyol. Pada bulan Januari lalu, tabrakan di wilayah Andalusia juga menewaskan 46 orang di jalur utama yang menghubungkan Madrid dengan Seville.