MARKET DATA
Internasional

Misteri Helikopter Jatuh, 6 Orang Tewas Tanpa Sinyal Darurat

tfa,  CNBC Indonesia
03 November 2026 21:10
Ilustrasi Helikopter. (Dok: Freepik)
Foto: Ilustrasi Helikopter. (Dok: Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kecelakaan helikopter di dekat Sthan Marwari, Uttarakhand, India, yang menewaskan enam orang masih menyisakan tanda tanya. Penyelidik menemukan tidak ada panggilan darurat atau sinyal Mayday dari pilot sebelum helikopter jatuh pada Jumat, 30 Oktober lalu.

Seorang pejabat yang mengetahui penyelidikan mengatakan bahwa tidak adanya komunikasi darurat, ditambah rekaman video dan kesaksian warga, mengindikasikan kemungkinan terjadi sesuatu secara tiba-tiba.

"Beberapa pakar penerbangan berpendapat mungkin ada tabrakan di udara, baik dengan burung atau drone, meskipun kami masih mencari tahu," ujarnya, seperti dikutip The Indian Express, Selasa (3/11/2026).

Pejabat tersebut menambahkan, pola jatuhnya helikopter milik Trans Bharat Aviation itu dinilai tidak sesuai dengan dugaan kerusakan mesin. Namun, penyebab pasti kecelakaan yang menewaskan pilot dan lima penumpang tersebut masih diselidiki oleh Biro Investigasi Kecelakaan Pesawat (AAIB).

Laporan awal pemerintah distrik Chamoli mengaitkan kecelakaan dengan cuaca buruk di kawasan Hathi Parvat. Departemen Meteorologi India (IMD) sebelumnya telah mengeluarkan peringatan oranye pada 30 Oktober terkait potensi badai petir, kilat, hujan es, serta angin kencang berkecepatan 40-50 kilometer per jam di sejumlah wilayah.

Meski demikian, penyelidik menyebut tidak ada laporan pilot mengenai gangguan jarak pandang maupun kendala operasional melalui komunikasi radio. Helikopter tersebut berangkat dari Dehradun pukul 12.20 waktu setempat dan tiba di Badrinath pukul 13.11, sebelum jatuh dalam perjalanan kembali. Sejumlah helikopter lain yang terbang sebelum dan sesudahnya dilaporkan berhasil menyelesaikan penerbangan dengan selamat.

Penyelidik kini berupaya menemukan kamera yang biasanya terpasang di belakang kursi pilot untuk mengungkap detik-detik terakhir penerbangan. Pasalnya, helikopter bermesin tunggal tersebut tidak dilengkapi kotak hitam.

"Tim aktif di lapangan mencari kamera itu. Medannya sulit, sehingga pencariannya semakin sulit. Namun, prioritas kami adalah menemukannya," kata pejabat tersebut.

Dampak kecelakaan juga meluas ke layanan penerbangan wisata ke kawasan Char Dham Yatra. Seluruh layanan helikopter sewaan untuk sisa musim perjalanan religi tahun ini dihentikan setelah pertemuan antara operator dan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara India (DGCA) pada Senin.

Penghentian tersebut terjadi setelah DGCA mewajibkan penggunaan dua pilot dalam setiap penerbangan helikopter sewaan menyusul kecelakaan itu. Namun, 11 operator mengajukan keberatan karena menilai aturan tersebut memberatkan secara finansial, terutama karena musim ziarah hanya tersisa sekitar satu minggu.

CEO UCADA Prateek Jain mengatakan seluruh pihak sepakat menghentikan layanan untuk musim ini, sementara kebijakan penggunaan dua pilot akan dibahas kembali sebelum musim perjalanan tahun depan. Penumpang yang telah memesan penerbangan dijanjikan pengembalian dana.

 

(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Helikopter Jatuh saat Padamkan Kebakaran Hutan, 2 Orang Tewas


Most Popular
Features