Fun Zone Kids Mining Adventure: Mengenalkan Tambang Berkelanjutan
Jakarta, CNBC Indonesia - Mahes dengan tangan lincahnya mengetuk-ngetuk papan interaktif untuk menentukan jawaban mana yang dirasanya tepat. Sebuah pertanyaan terakhir tentang "setelah penambangan selesai, apa yang harus dilakukan untuk lahan bekas tambang" dipilihnya jawaban "direklamasi sesuai rencana" dengan yakin. Akhirnya sepuluh pertanyaan telah diselesaikan dengan sempurna olehnya, dan Mahes beralih ke gim interaktif lainnya.
Begitu juga dengan Farhan, murid SDN Kebon Kosong 05 yang sedang asik memainkan mini excavator remote control bersama dengan teman-temannya. Seakan lupa bahwa hari sudah semakin sore, Farhan masih seru menggerakkan ekskavatornya untuk memindahkan bongkahan batubara dari stockpile ke dalam truk. "Seru, seru banget. Bikin ini bang, bikin seneng. Banyak games-nya di sini." ucap Farhan yang ketika ditanya namun matanya masih tetap tertuju ke ekskavator.
Mahes dan Farhan, salah satu peserta Fun Zone Kids Mining Adventure yang merupakan bagian acara dari kegiatan Minerba Convex 2026. Di tengah kemegahan Minerba Convex 2026 yang dipenuhi booth-booth perusahaan tambang dan diskusi tingkat tinggi para eksekutif tambang, sebuah lantai di JIExpo Kemayoran mendadak berubah menjadi arena bermain paling riuh sekaligus edukatif. Wahana bertajuk Fun Zone Kids Mining Adventure sukses menyedot perhatian ratusan anak, mulai dari siswa SD, SMP, hingga mahasiswa.
Pertambangan yang selama ini erat dengan persepsi aktivitas berat, teknologi maju, atau bahkan kerusakan lingkungan, dengan kegiatan ini persepsi tersebut dicoba untuk diluruskan dan dijelaskan melalui kacamata murid-murid.
![]() |
Berburu Mineral Batubara hingga Mengemudi Excavator VR
Petualangan para penambang masa depan ini dimulai dari Safety Zone. Sebelum memasuki arena, anak-anak diwajibkan mengenakan rompi keselamatan lengkap dengan bahan reflektornya dan helm proyek berukuran mini. Aturan dan budaya keselamatan pertambangan dikenalkan lewat cara yang menyenangkan.
Petualangan lalu berlanjut ke tiga zona utama:
- Zona Edukasi: Peserta diajak untuk memasuki kelas singkat di awal untuk diperkenalkan dengan hasil-hasil tambang yang ada di sekitar kita. Lalu diberikan peta kegiatan, serta diajak menonton video animasi tentang bagaimana proses menambang.
- Zona Simulator dan Teknologi Pertambangan: Melalui teknologi Virtual Reality (VR) dan simulator kemudi interaktif, peserta merasakan sensasi mengoperasikan dump truck raksasa dan excavator untuk memindahkan material tambang secara efisien.
- Zona Interaktif: Ini menjadi zona favorit sekaligus paling substantif. Di sini, peserta diajak untuk bermain games penggali harta karun, mencoba papan interaktif yang berisikan kuis-kuis, human claw, serta dinding harapan untuk mereka menuliskan apa yang mau mereka tulis tentang tambang.
Mengubah Persepsi Sejak Dini
Kehadiran zona anak ini membawa angin segar bagi para guru yang hadir menemani murid-murid di perhelatan yang sudah dilaksanakan selama dua tahun ke belakang. Wawan (34), salah satu guru yang mendampingi 17 murid sangat gembira mengetahui kegiatan Kids Mining Adventure kembali diadakan.
"Tahun lalu kami mendapat undangan untuk hadir, awalnya kami bingung, ini apa, kegiatan apa kids mining ini. Lalu kami coba ikut, lhoo menarik sekali ini. Dan di tahun ini kami kembali diundang, jadi ya langsung kami sanggupi" ujar Wawan.
Fun Zone Kids Mining Adventure dari awal dirancang bukan sekadar sebagai tempat bermain atau hiburan anak, melainkan sebagai investasi literasi publik jangka panjang. Mengajarkan praktik pertambangan yang baik (Good Mining Practices) dan keberlanjutan lingkungan perlu dimulai sejak usia dini agar generasi mendatang memiliki pemahaman yang utuh dan bijaksana terhadap pengelolaan sumber daya alam
Minerba Convex 2026 sendiri diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Kegiatan yang dilaksanakan pada 2 dan 3 November ini menggandeng perhimpunan dan asosiasi-asosiasi badan usaha pertambangan di Indonesia. Dengan mengusung tema Membangun Bangsa Memberdayakan Masyarakat kegiatan ini diharapkan mampu mendekatkan dunia pertambangan kepada masyarakat, salah satunya adalah anak-anak sebagai generasi masa depan Indonesia.
(rah/rah) [Gambas:Video CNBC]
