Iran Buka Selat Hormuz Dua Hari Lagi, tapi...
Jakarta, CNBC Indonesia - Iran menyatakan siap membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu dua hari jika Amerika Serikat (AS) memenuhi sejumlah tuntutan Teheran. Syarat tersebut mencakup penghentian perang di Timur Tengah, pencairan aset Iran di luar negeri, hingga pencabutan sanksi dan blokade laut AS.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan tawaran itu mencerminkan iktikad baik Teheran untuk memulihkan keamanan jalur pelayaran strategis tersebut.
"Kemungkinan untuk melaksanakan rencana ini dalam dua hari merupakan indikasi lain dari iktikad baik Iran," ujarnya pada Senin (2/11/2026), seperti dikutip AFP.
Baqaei menegaskan, pembukaan Selat Hormuz bergantung pada kesediaan Washington memenuhi tuntutan Iran. Menurut dia, pertukaran pesan antara kedua negara masih berlangsung melalui pihak penengah. Jika AS menyetujui persyaratan tersebut, keamanan di selat dapat dipulihkan dan negosiasi dilanjutkan dalam waktu singkat.
Iran mengajukan empat tuntutan utama, yakni penghentian perang di seluruh front Timur Tengah, pencairan aset negara itu yang dibekukan di luar negeri, pencabutan sanksi terhadap sektor minyak, serta penghentian blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Pada September, Teheran sebelumnya mengajukan proposal melalui Qatar yang mengatur pembukaan selat pada hari keenam setelah tuntutannya dipenuhi.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga meminta Washington menerima rute pelayaran baru di Selat Hormuz yang telah disepakati Iran dan Oman. Dalam wawancara dengan Al Jazeera yang dirilis Minggu, Araghchi turut mendesak AS mencabut sanksi yang dijatuhkan dalam beberapa bulan terakhir dan mengurangi jumlah pasukan militernya di kawasan.
Selat Hormuz menjadi titik penting dalam konflik karena merupakan jalur utama pengiriman energi global. Sejak perang Timur Tengah pecah pada akhir Februari, Iran mengklaim mengendalikan jalur tersebut dan berulang kali menargetkan kapal yang melintas tanpa izin, sementara AS memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan Iran.
Di tengah upaya negosiasi, ancaman militer terhadap Teheran juga meningkat. Presiden AS Donald Trump pada Sabtu mengatakan masih ada satu atau dua target yang perlu ditangani, termasuk Gunung Pickaxe di Iran tengah, lokasi yang dicurigai terkait fasilitas nuklir meski Teheran membantahnya.
Baqaei memperingatkan Iran akan memberikan respons keras jika kembali diserang oleh AS atau pihak lain.
"Setiap tindakan agresi terhadap Iran, setiap serangan militer terhadap Iran, dengan cara apa pun, akan kami balas dengan respons yang kuat, segera, dan menyeluruh," katanya.
(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]