Internasional

Ekonomi Negara Ini Menuju Resesi Akibat Kebijakan Presiden

sef, CNBC Indonesia
Senin, 02/11/2026 20:00 WIB
Foto: Presiden Argentina Javier Milei (REUTERS/Agustin Marcarian)
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Para ekonom memperkirakan Argentina kemungkinan telah memasuki resesi pada kuartal III (Q3) 2026. Keyakinan Argentina masuk ke jurang resesi juga dikatakan konsultan Analytica.

Kondisi ini dipicu kebijakan penghematan dan kebijakan moneter yang ketat dari Presiden Javier Milei. Aktivitas ekonomi diperkirakan mengalami kontraksi selama dua kuartal berturut-turut pada periode Juli-September, memenuhi definisi umum resesi.


"Perekonomian Argentina secara teknis berada dalam resesi moderat," kata Kepala Konsultan Analytica, Ricardo Delgado, dimuat Reuters, Senin (2/11/2026).

Produk domestik bruto (PDB) Argentina telah turun 0,6% pada kuartal II (Q2) dibandingkan kuartal sebelumnya. Delgado memperkirakan kontraksi berlanjut sekitar 1,5% pada Q3.

Meski begitu, data resmi untuk kuartal tersebut akan dirilis pada November. Pemulihan tipis diperkirakan baru terjadi pada 2027.

Perusahaan Bangkrut & PHK

Sementara itu, menurut lembaga kajian Fundar, sekitar 32.300 perusahaan atau setara dengan 6% dari total perusahaan di Argentina bangkrut. Ini terjadi sejak Milei mulai berkuasa pada Desember 2023 hingga Juli lalu.

"Situasinya kritis," kata Ricardo Kuchikian, yang memiliki perusahaan kaus kaki keluarga bernama Eseka bersama saudaranya, Gustavo, di Buenos Aires.

Perusahaan tersebut mencatat kerugian tahun lalu dan memangkas sekitar 30% tenaga kerjanya. Lebih dari separuh mesin rajut melingkar di pabrik kaus kaki itu kini tidak beroperasi.

"Konsumsi telah turun sangat tajam selama tiga tahun terakhir," ujar Kuchikian lagi menyebut penjualan Eseka anjlok sekitar 40% dipicu lemahnya permintaan konsumen serta persaingan dengan produk impor yang lebih murah, setelah pemerintah melonggarkan pembatasan perdagangan.

Hal sama juga dikatakan Martin Abigador, Direktur Dakuba, perusahaan distribusi kain milik keluarga lainnya. Ia mengatakan sejak akhir 2023, penjualan turun 40%.

"Perusahaannya tidak mampu mengimbangi apa yang ia sebut sebagai persaingan agresif dari produk impor asing, terutama dari China," ujarnya.

Dalam sembilan bulan pertama tahun ini, konsumsi di Argentina turun 2,7% dibandingkan periode yang sama pada 2025. Data tersebut berasal dari perusahaan riset pasar Scentia yang memantau penjualan di supermarket, toko ritel kecil, dan platform perdagangan elektronik.

Kebijakan yang Tak Dirasakan Sebagian Besar Masyarakat

Meski kebijakan penghematan ekstrem Milei berhasil memperlambat inflasi dari sekitar 200% menjadi 30% serta mengendalikan ketidakseimbangan makroekonomi lainnya. Namun, manfaatnya belum dirasakan oleh sebagian besar masyarakat.

Proporsi warga Argentina yang hidup di bawah garis kemiskinan kembali meningkat hingga mendekati sepertiga populasi. Ini setelah sempat turun ke level terendah dalam delapan tahun pada 2025.

Sebenarnya menurut survei terbaru lembaga konsultan Giacobbe y Asociados, tingkat persetujuan terhadap Milei sedikit turun pada Oktober menjadi 36%, sementara tingkat ketidakpuasan meningkat menjadi 56%. Meski demikian, tidak seluruh sektor perekonomian mengalami kesulitan.

Energi, pertambangan, dan pertanian justru menjadi sektor yang diuntungkan oleh model ekonomi Milei. Pertumbuhan sektor-sektor tersebut didorong ekspor dan investasi pada cadangan minyak serta gas serpih Argentina yang sangat besar, serta meningkatnya permintaan global terhadap mineral seperti litium.

Namun, kekuatan sektor-sektor yang berorientasi ekspor tersebut sejauh ini belum mampu mengimbangi kemerosotan industri lain yang bergantung pada pasar domestik. Industri tekstil, manufaktur otomotif, perdagangan ritel, dan konstruksi masih berada di bawah tekanan karena masyarakat terus merasakan tekanan ekonomi.

Delgado dari Analytica memperkirakan kesenjangan kinerja antarsektor ekonomi tersebut akan berlanjut dengan kondisi yang naik turun sepanjang 2027. Ia memperingatkan kondisi keuangan rumah tangga kemungkinan belum akan membaik secara signifikan sebelum pemilihan presiden.

Pertumbuhan Ekonomi Tak Pernah Seragam di Seluruh Sektor

Sementara itu, seorang juru bicara pemerintah membela ekonomi Milei. Ia mengatakan pertumbuhan hanya berlangsung tidak merata.

"Ini adalah program ekonomi yang diyakini oleh presiden dan dia tidak akan mengubahnya," kata juru bicara tersebut mengatakan pertumbuhan ekonomi tidak pernah terjadi secara seragam di seluruh sektor.

Milei sendiri diperkirakan akan ikut pemilu presiden (Pilpres) untuk periode kedua di Oktober 2027. Berdasarkan agregasi survei State of Polls yang diperbarui menjelang 2 November 2026, Milei mendapat rata-rata dukungan 34,4%.


(sef/sef)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Inflasi RI Capai 3,23% - PHK Singapura Tembus 4.800 Pekerja