Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus melakukan penataan ruang terbuka hijau (RTH) untuk mengantisipasi genangan air saat musim hujan. Begini caranya.
Pekerja menyelesaikan revitalisasi Taman Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta, Senin (2/11/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus melakukan penataan ruang terbuka hijau (RTH) untuk mengantisipasi genangan air saat musim hujan. Salah satunya melalui revitalisasi Taman Dharmawangsa di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Penataan taman yang dilakukan oleh Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Jakarta Selatan tersebut mengusung konsep infrastruktur hijau atau green infrastructure melalui pembangunan bioswale dan rain garden. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Pembangunan bioswale dilakukan untuk membantu menyerap sekaligus mengelola limpasan air hujan sehingga dapat mengurangi risiko genangan, terutama ketika hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Selain meningkatkan fungsi ekologis taman, revitalisasi ini juga memperhatikan aspek aksesibilitas bagi masyarakat. Salah satu fasilitas yang dibangun adalah pemasangan guiding block sebagai jalur pemandu bagi penyandang tunanetra. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Penataan RTH Lokasi 2 Taman Dharmawangsa tersebut masuk dalam tahun anggaran 2026 dengan nilai kegiatan mencapai Rp1,79 miliar atau tepatnya Rp1.796.415.736. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Revitalisasi Taman Dharmawangsa ditargetkan rampung pada awal Desember 2026. Penataan ini menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta untuk membangun 10 ruang terbuka hijau baru dan merevitalisasi 49 RTH hingga akhir 2026. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)