6 Photos
Kampung di Bekasi Ini Kekeringan Parah, Warga Antre Isi Galon Kosong
Kekeringan yang terjadi di Kabupaten Bekasi meluas. Warga kesulitan mendapatkan air bersih, seiring dengan sumber air di permukiman mereka mengering.
Seorang anak mengisi air bersih dari saluran air (PDAM) di Kampung Cibogo, Kelurahan Sindangmulya, Kecamatan Cibarusah, Bekasi Jawa Barat, Senin (2/11/2026). Kekeringan yang terjadi di Kabupaten Bekasi meluas. Warga kesulitan mendapatkan air bersih, seiring dengan sumber air di permukiman mereka mengering. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Di sisi lain, puncak kemarau diprediksi masih akan terus terjadi hingga September-November mendatang. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Menurut warga sekitar "Lokasi yang terdampak kekeringan ini tersebar di hampir dari setengah wilayah di Kabupaten Bekasi. Lokasi terdampak berada di 45 desa di 12 kecamatan di Kabupaten Bekasi" ungkapnya. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Paling parah terjadi di Kecamatan Cibarusah, dengan 60 titik lokasi kekeringan di seluruh desa, yakni Ridhomanah, Ridhogalih, Cibarusah Kota, Cibarusah Jaya, Sindangmulya, Wibawamulya, dan Sirnajati. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Meski datarannya terbilang lebih tinggi dari kecamatan lainnya di Kabupaten Bekasi, Cibarusah kerap menjadi langganan kekeringan. Setiap tahun, ketika memasuki kemarau, warga kerap kesulitan air. Sumur yang dibor warga hingga puluhan meter pun tidak menjamin menghasilkan air bersih. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Kekeringan di Kecamatan paling selatan di Kabupaten Bekasi ini terjadi 44 titik di seluruh desa. Paling parah dialami warga di 17 titik di Desa Medalkrisna. Begitu juga di Kecamatan Serangbaru, kekeringan terjadi di 42 titik di seluruh desa. Paling parah terjadi di Desa Jayamulya dengan 14 titik. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Sebelumnya, Jumlah warga terdampak kekeringan itu tercatat dalam data yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi hingga 20 Oktober 2026. Puluhan ribu warga terdampak itu berasal dari 22.381 kepala keluarga (KK) yang bermukim di 205 titik. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)