MARKET DATA

Jumlah Penumpang Pesawat di RI Ambles 12,81% September 2026

Dovana Hasiana,  CNBC Indonesia
02 November 2026 16:30
Sejumlah penumpang berjalan di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Rabu (4/12/2024). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Sejumlah penumpang berjalan di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Rabu (4/12/2024). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Jumlah penumpang transportasi udara, laut, hingga penyeberangan di Indonesia merosot pada September 2026, berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS). Hanya angkutan kereta yang naik.

"Pada kondisi September 2026 secara bulanan terjadi penurunan jumlah penumpang pada seluruh moda transportasi keculai pada moda angkutan kereta," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono saat konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (2/11/2026).

Penumpang angkutan udara domestik pada September 2026 sebanyak 4,22 juta, turun 12,81% dibanding bulan sebelumnya yang sebanyak 4,84 juta. Dibanding bulan yang sama tahun lalu turun 12,39% karena saat itu masih sebanyak 4,82 juta.

Selama Januari-September 2026, jumlah penumpang angkutan udara domestik sebanyak 42,1 juta orang atau turun 4,49% jika dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 44,0 juta orang.

Untuk penumpang angkutan udara internasional, jumlahnya 1,74 juta pada September 2026, turun 8,99% dibanding Agustus 2026 yang sebanyak 1,91 juta, dan turun 2,92% dibanding 1,79 juta penumpang pada September 2025.

Periode Januari-September 2026, jumlah penumpang angkutan udara ke luar negeri, baik menggunakan penerbangan nasional maupun asing, sebanyak 15,2 juta orang atau turun 1,00% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Angkutan laut domestik tercatat 2,45 juta penumpang pada September 2026, turun 10,11% dibanding 2,72 juta pada Agustus 2026. Sementara itu, dibanding September 2025 yang sebanyak 2,38 juta penumpang masih naik 2,61%.

Meski demikian, selama Januari-September 2026, jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri mencapai
24,2 juta orang atau naik 3,17% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025.

Adapun angkutan sungai, danau, dan penyeberangan jumlahnya 4,23 juta atau turun 9,18% dibanding Agustus 2026. Dibanding September 2025 yang sebanyak 3,94 juta penumpang masih mengalami kenaikan 7,54%.

Pada periode Januari-September 2026, jumlah penumpang angkutan sungai, danau, dan penyeberangan mencapai 42,5 juta orang atau naik 8,48% dibanding periode yang sama tahun 2025.

Untuk angkuta kereta masih mengalami kenaikan secara bulanan maupun tahunan pada September 2026 dengan jumlah 48,55 juta penumpang. Jumlah itu naik 0,47% dibanding 48,32 juta pada Agustus 2026, dan 45,02 juta penumpang pada September 2025.

Secara kumulatif, jumlah penumpang kereta selama Januari-September 2026 mencapai 433,3 juta orang atau naik 7,64% dibanding periode yang sama tahun 2025. Termasuk untuk moda kereta bandara, MRT, LRT, dan kereta cepat Whoosh.

"Secara tahunan sebagian besar moda transportasi meningkat. Hanya moda angkuta udara domestik yang turun sebesar 12,39% dan moda angkuta udara internasional yang turun sebesar 2,92% dibanding kondisi Sept 2025 lalu," ujar Ateng.

Jumlah Barang yang Diangkut

Untuk total barang yang diangkut oleh moda transportasi di Indonesia, kenaikan hanya terjadi untuk angkutan laut domestik, baik secara bulanan maupun tahunan.

,Jumlah barang yang diangkut melalui transportasi laut pada September 2026 mencapai 48,2 juta ton atau naik 1,10% dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Dibanding bulan yang sama tahun lalu naiknya 10,81%. Adapun selama Januari-September 2026 mencapai 391,6 juta ton atau naik 6,08% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025.

Untuk barang yang diangkut melalui udara domestik pada September 2026 mencapai 47,4 ribu ton atau turun 4,05% dibandingkan dengan Agustus 2026. Sedangkan secara tahunan turunnya mencapai 7,78%.

Selama Januari-September 2026, jumlah barang yang diangkut menggunakan angkutan udara domestik sebanyak 443,3 ribu ton atau turun 12,08% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, untuk jumlah barang yang diangkut menggunakan angkutan kereta pada September 2026 mencapai 6,0 juta ton, turun 4,65% dibandingkan bulan sebelumnya dan secara tahunan turun 4,61%.

Selama Januari-September 2026, jumlah barang yang diangkut menggunakan angkutan kereta mencapai 51,2 juta ton, turun 5,67% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025.

(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Bandara Ditutup Efek Erupsi Anak Krakatau, Angkasa Pura Rugi Rp 40 M


Most Popular
Features