MARKET DATA

Pengeluaran Wisatawan Asing di RI Makin Naik, Tembus Rp24,95 Juta!

Dovana Hasiana,  CNBC Indonesia
02 November 2026 15:15
Wisatawan Asing naik becak di Yogyakarta. (Istimewa)
Foto: Wisatawan Asing naik becak di Yogyakarta. (Istimewa)

Jakarta, CNBC Indonesia - Rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara di Indonesia mengalami kenaikan pada kuartal III-2026, berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS).

Pada periode itu, rata-rata pengeluaran wisatawan asing sebesar US$ 1.374,48 per kunjungan atau setara Rp 24,95 juta (kurs Rp 18.165/dolar AS. Pada kuartal II-2026, rata-ratanya masih sebesar US$ 1.285 per kunjungan.

Meski mengalami kenaikan pada kuartal III-2026, catatan ini bukan menjadi yang tertinggi. Sebab, pada kuartal I-2024, rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara alias wisman mencapai US$ 1.429,40 per kunjungan.

"Pada kondisi kuartal III-2026 rata-rata pengeluaran wisman per kunjungan mencapai US$1.374,48. Angka tersebut meningkat," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono saat konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (2/11/2026).

BPS mencatat, pengeluara tertinggi wisatawan asing di Indonesia ialah untuk kebutuhan akomodasi sebesar US$ 497,12 per kunjungan rata-ratanya pada kuartal III-2026. Lalu, makan dan minum sebesar US$ 271,33.

Untuk belanja dan cindera mata sebesar US$ 148,93 per kunjugan, hiburan US$ 115,63, paket tour lokal US$ 79,37, transportasi lokal US$ 77,26, dan sewa kendaraan US$ 50,41.

Adapun untuk kebutuhan penerbangan domestik nilai rata-ratanya pada kuartal III-2026 sebesar US$ 53,64, kesehatan dan kecantikan US$ 27,66, biaya pelatihan US$ 5,79, dan lainnnya US$ 47,33.

"Untuk pengeluaran makanan dan minuman ini potensi bagi anak-anak muda untuk membuka makanan dan minuman karena terbesar pengeluaran kedua untuk itu, serta belanja dan cindera mata," tutur Ateng.

Ateng mengatakan, hampir seluruh jenis pengeluaran wisatawan asing di Indonesia mengalami peningkatan, kecuali untuk sewa kendaraan, serta kecantikan dan kesehatan.

"Peningkatan pengeluaran tertinggi terjadi untuk akomodasi dan makanan minuman," ungkap Ateng.

(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Trump Kena Gugatan, Pelancong Asing Dipatok Tarif Masuk Rp1,78 Juta


Most Popular
Features