Iran buka pusat pelatihan militer bagi relawan sipil di Teheran, di tengah perang dengan AS-Israel yang telah berlangsung delapan bulan.
Iran menggelar upacara pembukaan pusat pelatihan militer di Teheran pada Senin (2/11/2026). Fasilitas tersebut disiapkan untuk melatih warga sipil yang bersedia bergabung dalam upaya perang, dengan pelatihan yang dipimpin anggota Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), dilansir Reuters. (Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS)
Nampak para anggota militer dan IRGC menjalani sejumlah latihan. Mereka tampak memegang senjata hingga berjalan di atas tali yang direntangkan, dengan bendera Iran terpasang di sekitar lokasi. (Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS)
Pusat pelatihan serupa sebelumnya juga telah dibuka di sejumlah lokasi lain di Teheran, termasuk Haft-e Tir Square dan Imam Hussein Square. (Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS)
Di tengah persiapan tersebut, pemerintah Iran menyatakan komunikasi dengan Amerika Serikat untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama delapan bulan masih terus berjalan. (Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS)
Pernyataan itu disampaikan pada Senin setelah serangkaian pembicaraan antara Iran dan mediator Qatar berakhir dengan sejumlah perubahan proposal. Namun, perundingan tersebut belum menghasilkan terobosan untuk mengakhiri konflik. (Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS)
Perang yang dimulai melalui serangan mendadak Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari itu telah memicu berbagai dampak di kawasan. Iran menutup jalur pelayaran strategis Selat Hormuz, sementara Amerika Serikat memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. (Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS)
Selain itu, konflik juga diwarnai serangkaian serangan drone dan rudal Iran ke negara-negara Teluk serta kembali memanasnya konflik di Yaman. (Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS)