Alasan Kemenhaj Mau Rekrut Nonmuslim Jadi Petugas Haji
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenehaj) membuka peluang bagai masyarakat nonmuslim untuk terlibat menjadi petugas haji Indonesia. Bukan tanpa alasan, pemerintah ingin menjadikan penyelenggaraan haji sebagai momentum memperkuat toleransi antar umat beragama.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Sumanjuntak mengatakan Indonesia memiliki karakter masyarakat yang majemuk. Keberagaman tersebut merupakan kekuatan bangsa yang perlu tercermin dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Menurutnya, pelayanan kepada jemaah tidak hanya dapat didukung oleh umat Islam, tetapi juga oleh seluruh elemen masyarakat dalam semangat kemanusiaan dan persaudaraan.
"Fokus kita adalah memastikan jemaah haji menjadi simbol toleransi bagi umat beragama. Nantinya, petugas-petugas haji dapat melibatkan saudara-saudara kita dari kalangan Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, dan sebagainya," ujar Dahnil mengutip keterangan resmi, Minggu (1/10/2026).
Dahnil menjelaskan pelibatan masyarakat lintas agama merupakan salah satu cara menghadirkan praktik toleransi secara nyata.
Dia telah meminta jajarannya untuk mendorong keterlibatan kelompok agama lain di wilayah Sulawesi Utara. Agama lain yang dimaksud, termasuk Kristen, Katolik, Buddha, Hindu dalam mendukung penyelenggaraan ibadah haji.
"Ini menjadi salah satu upaya menghadirkan simbol toleransi, tidak hanya di Sulawesi Utara, tetapi juga di seluruh Indonesia," katanya.
Menurut Wamenhaj, gagasan tersebut juga membawa pesan bahwa penyelenggaraan ibadah haji merupakan bagian dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Meskipun haji merupakan ibadah umat Islam, semangat untuk memberikan dukungan pelayanan kepada sesama merupakan nilai kemanusiaan yang dapat melibatkan siapa saja.
(haa/haa)