FOTO Internasional

Penjara Ini Berisi Geng Kriminal Paling Berbahaya, Keamanan Berlapis

Reuters, CNBC Indonesia
Sabtu, 31/10/2026 21:30 WIB

CECOT adalah kompleks penjara berkapasitas besar untuk menahan anggota geng kriminal paling berbahaya.

1/6 Menteri Kehakiman dan Keamanan Publik El Salvador, Gustavo Villatoro, serta Menteri Pertahanan El Salvador, Rene Francis Merino Monroy, mendampingi Presiden Peru, Keiko Fujimori, dalam kunjungan ke Pusat Penahanan Terorisme (CECOT) di Tecoluca, El Salvador, pada 29 Oktober 2026. (REUTERS/Jose Cabezas)

Presiden Peru Keiko Fujimori mengunjungi Centro de Confinamiento del Terrorismo (CECOT), kompleks penjara berkapasitas besar yang dibangun pemerintahan El Salvador untuk menahan anggota geng kriminal paling berbahaya di negara tersebut. (REUTERS/Jose Cabezas)

2/6 Menteri Kehakiman dan Keamanan Publik El Salvador, Gustavo Villatoro, serta Menteri Pertahanan El Salvador, Rene Francis Merino Monroy, mendampingi Presiden Peru, Keiko Fujimori, dalam kunjungan ke Pusat Penahanan Terorisme (CECOT) di Tecoluca, El Salvador, pada 29 Oktober 2026. (REUTERS/Jose Cabezas)

Kompleks penjara ini memiliki delapan blok hunian dan dirancang untuk menampung hingga 40.000 orang. Angka tersebut menjadikannya salah satu penjara terbesar di dunia berdasarkan kapasitas desain. (REUTERS/Jose Cabezas)

3/6 Menteri Kehakiman dan Keamanan Publik El Salvador, Gustavo Villatoro, serta Menteri Pertahanan El Salvador, Rene Francis Merino Monroy, mendampingi Presiden Peru, Keiko Fujimori, dalam kunjungan ke Pusat Penahanan Terorisme (CECOT) di Tecoluca, El Salvador, pada 29 Oktober 2026. (REUTERS/Jose Cabezas)

Berdasarkan investigasi Human Rights Watch dan University of California, Berkeley, satu sel memiliki tempat tidur susun logam empat tingkat dan dapat menampung sekitar 80 narapidana. Tempat tidurnya berupa pelat logam tanpa kasur maupun seprai. (REUTERS/Jose Cabezas)

4/6 Menteri Kehakiman dan Keamanan Publik El Salvador, Gustavo Villatoro, serta Menteri Pertahanan El Salvador, Rene Francis Merino Monroy, mendampingi Presiden Peru, Keiko Fujimori, dalam kunjungan ke Pusat Penahanan Terorisme (CECOT) di Tecoluca, El Salvador, pada 29 Oktober 2026. (REUTERS/Jose Cabezas)

CECOT dijaga dengan pengamanan berlapis. Menurut data yang disampaikan pemerintah El Salvador, terdapat sekitar 600 personel angkatan bersenjata dan 250 petugas kepolisian yang bertugas menjaga kompleks tersebut selama 24 jam. Selain itu, laporan BBC menyebutkan sekitar 1.000 petugas penjara turut bertugas di fasilitas tersebut. (REUTERS/Jose Cabezas)

5/6 Menteri Kehakiman dan Keamanan Publik El Salvador, Gustavo Villatoro, serta Menteri Pertahanan El Salvador, Rene Francis Merino Monroy, mendampingi Presiden Peru, Keiko Fujimori, dalam kunjungan ke Pusat Penahanan Terorisme (CECOT) di Tecoluca, El Salvador, pada 29 Oktober 2026. (REUTERS/Jose Cabezas)

Salah satu aturan paling ketat di CECOT adalah larangan kunjungan keluarga. Narapidana juga tidak mendapatkan akses ke program pendidikan, pelatihan kerja, maupun rehabilitasi untuk mempersiapkan kehidupan setelah bebas. Bahkan, pemerintah El Salvador pernah menyatakan bahwa para penghuni penjara ini tidak akan kembali ke komunitas mereka. (REUTERS/Jose Cabezas)

6/6 Menteri Kehakiman dan Keamanan Publik El Salvador, Gustavo Villatoro, serta Menteri Pertahanan El Salvador, Rene Francis Merino Monroy, mendampingi Presiden Peru, Keiko Fujimori, dalam kunjungan ke Pusat Penahanan Terorisme (CECOT) di Tecoluca, El Salvador, pada 29 Oktober 2026. (REUTERS/Jose Cabezas)

Narapidana juga tidak mendapatkan akses ke jendela, kipas angin, atau pendingin udara. Setiap sel hanya memiliki dua toilet dan dua tempat untuk mencuci. (REUTERS/Jose Cabezas)