Paling Protes Soal QRIS, AS Ternyata Beri Penghargaan Tak Terduga
Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengaku terkejut mendapatkan penghargaan dari Amerika Serikat untuk terobosan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
"Yang alhamdulillah bulan lalu kita mendapatkan award juga dari Amerika, padahal Amerika itu paling protes sama kita kan, tapi Amerika akhirnya memberikan award itu," katanya saat di Rapimnas KADIN di Hotel Borobudur, Jakarta pada Kamis (29/10/2026).
Destry mengatakan sebelumnya, pihak Amerika Serikat yang mulanya banyak melakukan protes akibat adanya QRIS.
Seperti diketahui, Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyoroti perihal kebijakan QRIS dalam laporan Perkiraan Perdagangan Nasional 2025 yang dirilis Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR) pada akhir Februari lalu.
Dalam dokumen tersebut disebutkan perusahaan-perusahaan AS, termasuk penyedia pembayaran dan bank-bank, mencatat kekhawatiran bahwa selama proses pembuatan kebijakan kode QR BI, para pemangku kepentingan internasional tidak diberitahu tentang sifat perubahan potensial tersebut maupun diberi kesempatan untuk menjelaskan pandangan mereka mengenai sistem tersebut, termasuk bagaimana sistem tersebut dapat dirancang untuk berinteraksi paling lancar dengan sistem pembayaran yang ada.
Namun, di sisi lain penghargaan diberikan kepada BI karena melihat QRIS antarnegara dinilai inklusif, kemudian juga dia bisa mengatasi cross border payment karena sudah bermitra dengan enam negara, meliputi China, Korea Selatan, Thailand, Malaysia, Singapura, dan Jepang.
QRIS antarnegara kembali mendapat pengakuan internasional. Inovasi sistem pembayaran Indonesia tersebut meraih penghargaan "50-in-5 Awards 2026" kategori Kolaborasi yang diselenggarakan Digital Public Goods Alliance (DPGA) dan Co-Develop.
Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian 50-in-5 Milestone Event pada Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-81 (UNGA 81) di New York, Amerika Serikat, Senin (21/9/2026).
Penghargaan diserahkan Chief Investment Officer Co-Develop Lindsey Crumbaugh kepada Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Filianingsih Hendarta yang mewakili Indonesia.
BI menyebut penghargaan tersebut menjadi pengakuan global terhadap keberhasilan Indonesia bersama negara-negara mitra dalam membangun konektivitas pembayaran digital lintas negara yang interoperabel dan inklusif.
(haa/haa)