Kejar Ekonomi 8%, Ini 8 Rekomendasi Bos Perusahaan AS ke RI
Jakarta, CNBC Indonesia - Perwakilan dari perusahaan Amerika Serikat yang tergabung dalam US-ASEAN Business Council (US-ABC) menyodorkan delapan rekomendasi utama untuk pemerintah Indonesia. Langkah strategis ini bertujuan untuk mengatasi hambatan struktural dan secara langsung mendukung target pertumbuhan ekonomi sebesar 8%.
Rekomendasi pertama dan kedua berfokus pada upaya memodernisasi proses impor serta meningkatkan kepercayaan regulator antar-negara. US-ABC secara khusus menyoroti lamanya periode sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) yang bisa memakan biaya total di atas US$ 20.000 (Rp 360.000.000) untuk seluruh prosesnya.
"Perusahaan AS telah lama berkontribusi terhadap perkembangan ekonomi Indonesia," kata McFeeters, berbicara ke wartawan, Jumat (30/10/2026).
Poin ketiga dan keempat mendorong pembangunan kapabilitas teknis pemerintah di sektor digital, serta peningkatan kepastian regulasi untuk investasi jangka panjang. Pengaturan tentang kecerdasan buatan (AI), data pribadi, dan keamanan siber saat ini dinilai masih tersebar di beberapa lembaga berbeda.
Selanjutnya, poin kelima dan keenam meminta pemerintah untuk memosisikan diri sebagai mitra investasi jangka panjang, sekaligus mendorong kemitraan bisnis guna optimalisasi transfer pengetahuan. Hal ini dinilai sangat penting agar lebih banyak tenaga kerja dan perusahaan penyuplai lokal bisa naik kelas.
"Kepastian dan konsistensi kebijakan menjadi faktor penting agar perusahaan dapat terus mempertahankan investasi," ucapnya.
Rekomendasi ketujuh secara khusus meminta pemerintah untuk menyeimbangkan stabilitas cadangan dan fleksibilitas reinvestasi melalui evaluasi kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA). Perubahan aturan retensi devisa yang berulang dinilai sangat memengaruhi tingkat keekonomian proyek di lapangan.
Terakhir, poin kedelapan menyoroti pentingnya memperkuat implementasi komitmen perjanjian perdagangan internasional.
(tps/sef)