MARKET DATA
Internasional

PHK Singapura Makin Ngeri, Hampir Capai Rekor Tertinggi

sef,  CNBC Indonesia
30 October 2026 16:40
People gather around the Merlion statue at the Marina Bay waterfront in Singapore on May 13, 2024. (Photo by Roslan RAHMAN / AFP)
Foto: Singapura (AFP/ROSLAN RAHMAN)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemutusan hubungan kerja (PHK) di Singapura di kuartal ketiga (Q3) tahun 2026 mencapai level tertinggi sejak puncak pandemi COVID pada akhir tahun 2020. Hal ini didorong oleh reorganisasi bisnis.

Pernyataan diberikan Kementerian Tenaga Kerja Jumat (30/10/2026). PHK meningkat menjadi 4.800 pada Q3 tahun ini, dari 4.620 pada kuartal kedua (Q2).

Angka tersebut pada Juli hingga September 2026 merupakan angka tertinggi sejak kuartal keempat (Q4) tahun 2020 selama pandemi COVID. Di mana tercatat 5.640 PHK terjadi.

Penghematan terjadi setelah tahun 2020 ketika populasi Singapura menurun. Pembatasan perjalanan dan hilangnya pekerjaan yang mendorong pekerja asing meninggalkan pusat bisnis, sehingga menciptakan pasar tenaga kerja yang lebih ketat.

Tingkat pengangguran Singapura secara keseluruhan tetap tidak berubah pada angka 2,0% pada bulan September 2026. Namun tingkat pengangguran penduduk dan warga negara naik tipis menjadi 3,0% dan 3,1%, dari 2,9% dan 3,0% pada bulan Agustus.

Kementerian mengatakan jumlah perusahaan yang memperkirakan akan melakukan penghematan dalam tiga bulan ke depan naik tipis menjadi 3,1%, dari ⁠2,8% pada bulan sebelumnya.

"Sementara pasar tenaga kerja terus berkembang, pengurangan tenaga kerja tetap meningkat dan, bersamaan dengan niat yang lebih tinggi untuk melakukan pengurangan, hal ini menunjukkan munculnya kelemahan di beberapa bagian pasar tenaga kerja yang memerlukan pemantauan ketat," kata kementerian tersebut.

Total lapangan kerja tumbuh sebesar 27.700 pada Q3 tahun ini, lebih tinggi dibandingkan 11.400 pada Q2 dan 25.100 pada kuartal yang sama tahun sebelumnya.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Otomotif Raksasa Bakal PHK 4.000 Karyawan, Kalah dengan Mobil China


Most Popular
Features