MARKET DATA
Internasional

Pengumuman! Netanyahu Unggul di Pemilu PM Israel Tapi...

sef,  CNBC Indonesia
30 October 2026 15:05
Pemilihan umum Israel yang digelar di tengah situasi perang berakhir tanpa pemenang yang jelas, berdasarkan hasil hitung cepat dari survei keluar tempat pemungutan suara atau exit poll pada Selasa (27/10/2026) waktu setempat. (via REUTERS/YONATAN SIN
Foto: (via REUTERS/YONATAN SINDEL)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kubu Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu unggul atas kelompok oposisi dalam pemilihan umum Israel. Namun, hasil akhir yang dirilis pada Jumat (30/10/2026) pagi waktu setempat menunjukkan koalisi Netanyahu masih jauh dari ambang batas mayoritas parlemen.

Mengutip AFP, koalisi Netanyahu yang terdiri dari partai-partai sayap kanan dan kanan jauh meraih 53 dari total 120 kursi di Knesset (parlemen Israel). Partai Likud pimpinan Netanyahu tetap menjadi kekuatan politik tunggal terbesar dengan perolehan 27 kursi.

Sementara itu, blok oposisi yang dipimpin politikus berhaluan tengah Gadi Eisenkot memperoleh 48 kursi.

Hasil yang diumumkan Komite Pemilihan Umum Pusat Israel juga mengonfirmasi terobosan besar kelompok politik Arab, Raam dan United Arab List, di mana kedua partai tersebut secara gabungan meraih 19 kursi dan berpotensi menjadi penentu dalam perundingan pembentukan koalisi pemerintahan.

Kedua partai itu sebelumnya menjadi sasaran tuduhan kecurangan pemilu yang belum terbukti dan disebarkan oleh kubu Netanyahu pada Kamis. Sejumlah politikus dan laporan media menyebut kedua partai tersebut diduga menerima dana dari Qatar untuk membiayai praktik pembelian suara.

Partai-partai Arab dan Qatar membantah tuduhan tersebut. Sementara itu, Eisenkot menuding Netanyahu berupaya "mendelegitimasi" hasil pemilu.

Di sisi lain, badan keamanan dalam negeri Israel, Shin Bet, mengatakan sedang menyelidiki dugaan penyimpangan dalam pemilu. Namun, lembaga tersebut menegaskan penyelidikan itu tidak dimaksudkan untuk "menimbulkan kecurigaan atau menyalahkan seluruh kelompok masyarakat yang telah menggunakan hak pilihnya secara demokratis dan sesuai hukum".

Tanpa secara langsung merujuk pada tuduhan terhadap partai-partai Arab, Komite Pemilihan Umum Israel menyatakan pada Kamis bahwa sejumlah informasi yang beredar sepenuhnya tidak berdasar.

Hasil resmi pemilu akan disampaikan secara formal kepada Presiden Isaac Herzog pada Rabu. Setelah itu, Herzog akan memulai konsultasi dengan para pemimpin partai sebelum menunjuk salah satu dari mereka untuk mencoba membentuk pemerintahan.

Tidak adanya blok yang menguasai mayoritas kursi mengindikasikan perundingan pembentukan koalisi pemerintahan berpotensi berlangsung sulit dan memakan waktu hingga beberapa pekan. Jika tidak ada pemerintahan yang berhasil dibentuk, Israel berpotensi kembali menggelar pemilu, sebagaimana pernah terjadi beberapa kali sebelumnya.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Pemimpin Oposisi Israel Gadi Eisenkot: Karier Politik Netanyahu Habis


Most Popular
Features