Terobosan Sudaryono, Dapur MBG Wajib Pasang CCTV Terhubung ke Pusat
Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Gizi Nasional (BGN) akan memperketat pengawasan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan memasang sistem kamera pengawas atau CCTV yang terhubung dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Kepala BGN Sudaryono mengatakan, teknologi tersebut akan digunakan untuk memantau aktivitas di dapur dan mendeteksi pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) dalam pengolahan makanan.
Beberapa hal yang akan dipantau antara lain bahan makanan yang diletakkan di lantai, pekerja yang tidak menggunakan sarung tangan, hingga aktivitas mencacah kol di lantai.
"Maka yang kami lakukan adalah kami ingin CCTV yang gambarnya dinikmati oleh si pemilik dapur itu kemudian bisa kami nikmati dengan cara dikoneksikan ke pusat, kemudian dikasih artificial intelligence. Sehingga dia menaruh bahannya di lantai, dia tidak pakai sarung tangan, dia nyacah kol di lantai dan lain sebagainya, itu terpop-up, kemudian kita bisa cegah sebelum bahan makanan yang diolah itu jadi makanan," ujar Sudaryono dalam acara Transformasi MBG 2.0, dikutip Jumat (30/10/2026).
Ia menegaskan, seluruh dapur MBG wajib menghubungkan CCTV ke sistem BGN agar dapat dipantau dari pusat di Jakarta. "Ini menjadi mandatory bahwa semua dapur wajib, CCTV-nya harus connect kepada sistem BGN sehingga bisa diawasi."
Saat ini, sistem tersebut telah diuji coba di sekitar 70 dapur dan akan diperluas ke sekitar 300 dapur tambahan. BGN menargetkan 5.000 hingga 10.000 dapur sudah terkoneksi dengan sistem pengawasan terpusat hingga akhir tahun ini.
(hoi/hoi)