MARKET DATA

Dengan Strategi Ini, KKP Targetkan 40% Sampah di Laut Bisa Berkurang

Teti Purwanti,  CNBC Indonesia
30 October 2026 11:49
Bulan Bakti KKP Tahun 2026 di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Nizam Zachman, Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (30/10/2026)/Teti Purwanti
Foto: Bulan Bakti KKP Tahun 2026 di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Nizam Zachman, Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (30/10/2026)/Teti Purwanti

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (Wamen KKP) Irwan Meilano mengajak seluruh stakeholder dan seluruh lapisan masyarakat untuk menjadi bagian gerakan besar membangun laut bebas dari sampah. Pasalnya, setiap tahunnya ada sebanyak 16 ton sampah yang masuk ke laut dan menjadi tanggung jawab bersama dalam penanganannya.

"Ini adalah titik awal untuk komitmen terus-menerus memastikan bahwa laut kita tetap biru, laut kita bebas dari sampah. Kami sendiri tidak mungkin melakukan hal tersebut. Jadi kami bertekad untuk mereduksi secara substantif, secara perlahan tetapi kemudian substansial jumlah sampah. Kita target kemudian sampai 40% sampah kemudian bisa berkurang," ungkap Irwan dalam Bulan Bakti KKP Tahun 2026 di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Nizam Zachman, Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (30/10/2026).

Dia juga menegaskan untuk mencapai target 40% pengurangan sampah, bukan hanya sampah dari laut yang harus diambil, melainkan juga pelabuhan, hinggasekitar wilayah perairan di dekat lingkungan kapal-kapal.

"Tetapi lebih jauh dari itu, kita pun berharap bahwa gerakan ini kemudian mengurangi jumlah sampah yang masuk ke sungai, yang pada akhirnya mengurangi jumlah sampah yang masuk ke laut. Jadi kami sangat berharap paling tidak kita bertekad 40% sampah di laut berkurang dan kemudian semakin lama semakin berkurang," tegas dia.

Irwan menyebutkan sampah yang paling banyak di laut adalah sampah plastik, yang sulit terurai. Bahkan sampah plastik juga bisa mengganggu terumbu karang, masuk ke ikan dan kemudian pada akhirnya menjadi bagian yang dikonsumsi, bagian dari residu sampah plastik itu bisa tertinggal di ikan-ikan dan bahkan mungkin masuk ke tubuh manusia, sesuatu yang sangat tidak diharapkan.

Untuk diketahui, sampah laut merupakan salah satu tantangan dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir dan laut. Sampah yang berasal dari berbagai aktivitas di daratan maupun laut dapat terbawa melalui aliran sungai, kawasan pesisir, pulau-pulau kecil, hingga aktivitas di pelabuhan dan wilayah perairan.

Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) menunjukkan bahwa timbulan sampah nasional masih menjadi persoalan yang perlu ditangani secara serius. Sebagian sampah yang tidak terkelola dengan baik berpotensi mencemari lingkungan perairan dan masuk ke laut. Oleh karena itu, upaya pengendalian sampah perlu dilakukan secara terpadu, mulai dari sumber timbulan hingga penanganan sampah yang telah berada di kawasan pesisir dan laut.

(rah/rah) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Indonesia-Australia Kolaborasi Kembangkan Budidaya Perikanan Tematik


Most Popular
Features