Hizbullah Ancam Israel Usai Pemilu, Beri Ultimatum Keras Pada Pemenang
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemimpin kelompok Hizbullah Lebanon, Naim Qassem, menyatakan pada hari Rabu bahwa pihaknya sama sekali tidak peduli dengan hasil pemilihan umum Israel. Gerakan yang didukung penuh oleh Iran tersebut bersumpah akan terus melanjutkan perlawanan mereka tanpa memandang siapa pemenangnya.
Mengutip Arab News, Kamis (29/10/2026), Qassem mengatakan bahwa pihaknya tidak peduli dengan siapa yang memerintah Israel. Menurutnya, satu hal yang harus diketahui secara jelas adalah bahwa rezim Zionis tidak dapat melanjutkan pendudukannya dan harus meninggalkan tanah Lebanon
"Perlawanan akan terus berlanjut dan akan menghadapi agresi yang diarahkan terhadap kami dan terhadap Lebanon," paparnya.
"Dan tidak ada ruang untuk membahas pelucutan senjata Hizbullah selama pendudukan terus berlangsung dan agresinya terus berlanjut."
Kelompok Hizbullah yang disokong Iran ini diketahui telah mengalami pelemahan. Kondisi ini merupakan buntut dari dua peperangan berdarah yang mereka lancarkan terhadap Israel sejak tahun 2023 silam.
Pada bulan Juni lalu, otoritas Lebanon dan Israel sebenarnya telah menandatangani sebuah perjanjian kerangka kerja. Kesepakatan itu mencakup pelucutan senjata Hizbullah, penarikan bertahap tentara Israel dari wilayah pendudukan, serta penempatan tentara Lebanon di daerah tersebut.
Namun, Israel hingga saat ini masih terus melakukan serangan dan penghancuran sporadis di dalam dan sekitar wilayah yang didudukinya. Di sisi lain, Hizbullah juga bersikeras menolak tunduk pada rencana pemerintah untuk melucuti persenjataan mereka.
Sementara itu, dalam pemilu Israel, blok sayap kanan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu saat ini memimpin tipis atas blok oposisi utama. Hal itu terjadi setelah 85% surat suara selesai dihitung, meskipun Netanyahu masih belum mencapai suara mayoritas setelah pemilihan hari Selasa lalu.