MARKET DATA

Tiba-Tiba Bahlil Merapat ke Istana Sore Ini, Bahas Apa?

Emir Yanwardhana,  CNBC Indonesia
29 October 2026 18:05
Menteri Koordinator bidang Hilirisasi dan Transisi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia merapat ke Istana Negara, Rabu (29/10/2026), sore ini. (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)
Foto: Menteri Koordinator bidang Hilirisasi dan Transisi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia merapat ke Istana Negara, Rabu (29/10/2026), sore ini. (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia merapat ke Istana Negara, Rabu (29/10/2026), sore ini.

Meski begitu, belum diketahui apa yang akan dibahas Bahlil bersama Presiden Prabowo Subianto pada rapat sore ini.

"Nanti kalau sudah selesai rapat saya kembali ya," Kata Bahlil.

Saat ditanya apakah ada kaitannya dengan pertemuan Menteri Luar Negeri Singapura dengan Presiden Prabowo kemarin, Rabu (28/10/2026), terkait pemangkasan ekspor gas RI ke Singapura, Bahlil pun menjawab, "Nggak lah, udah begini dia," sembari menunjukkan ekspresi tersenyum dan gestur tangan menunjuk ke bawah.

Seperti diketahui, mulai Sabtu (24/10/2026) lalu Indonesia mulai memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 32 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), terdiri dari gas dari wilayah Natuna sebesar 15 MMSCFD serta dari Sumatra sebesar 16 MMSCFD.

Pemangkasan ekspor gas ke Singapura ini disebutkan karena adanya penurunan produksi akibat pemeliharaan sumur, dan juga karena Indonesia membutuhkan tambahan pasokan gas untuk kebutuhan dalam negeri.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) Singapura Vivian Balakrishnan memberikan pernyataan pers ke sejumlah wartawan Singapura di sela-sela kunjungannya ke Jakarta. Melalui transkrip wawancara yang dipublikasikan Kementerian Luar Negeri Singapura (MOFA), ia mengomentari pemangkasan ekspor gas yang dilakukan RI.

Kala itu ia mendapat pertanyaan dari jurnalis The Straits Times dan Channel News Asia (CNA). Ia tidak merinci langsung update dari kunjungannya secara rinci, termasuk pertemuan dengan Presiden RI Prabowo Subianto, meski menegaskan komitmen atas kontrak yang sudah dibuat.

"Saya ingin menekankan bahwa Indonesia, Malaysia, dan Brunei adalah negara-negara tetangga terdekat kami, dan akan selalu menjadi tetangga kami," ujarnya menjawab pertanyaan dari laman The Strait Times, dilihat CNBC Indonesia di website resmi MOFA, Kamis (29/10/2026).

"Kita akan selalu saling bergantung satu sama lain," tambahnya.

Ia menambahkan bagaimana dari pernyataan PM Singapura Lawrence Wong sampai menteri-menteri RI, ada komitmen bersama untuk menghormati dan menjaga kepastian kontrak. Hal itu, menurutnya, merupakan hal baik.

"Semua pihak memahami alasan tanda tangan dan kewajiban kontraktual harus dihormati," jelasnya ke wartawan CNA.

"Persoalan ini tidak hanya berkaitan dengan satu isu tertentu, tetapi juga menyangkut kredibilitas dan daya saing perekonomian kedua negara. Saya menyambut baik hal tersebut," tambahnya.

Ia juga meminta semua pihak memperhatikan tindakan, bukan hanya kata-kata.

"Berdasarkan pengalaman saya selama beberapa dekade, secara umum negara-negara di kawasan kita menjalankan hubungan berdasarkan kontrak," tambahnya.

"Kontrak memiliki arti penting dan prinsip penghormatan terhadap kontrak dijaga. Hal ini sangat penting," ujarnya lagi.

(wia) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Bahlil Pastikan Kontrak Ekspor Gas di 2027 Tetap Terjaga


Most Popular
Features